Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Nike Stock (NKE) Hari Ini 2 Oktober 2026 Anjlok ke $32,09 After Hours, Terendah Sejak 2013

Nike Stock
Nike Stock (NKE) Hari Ini 2 Oktober 2026 Anjlok ke $32,09 After Hours, Terendah Sejak 2013. Credit: Dok. JournalArta

NEW YORK, JOURNALARTA.COM — Saham Nike Inc. (NYSE: NKE) terperosok ke level terendah sejak tahun 2013, dengan nilai anjlok 8,71% menjadi $32,09 dalam perdagangan after-hours pada Kamis, 2 Oktober 2026. Penurunan drastis ini menyusul rilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang mengecewakan, terutama proyeksi pendapatan yang jauh di bawah ekspektasi pasar.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan reguler, saham Nike berada di posisi $35,15, turun 0,71% dari hari sebelumnya. Harga pembukaan tercatat $35,45, dengan level tertinggi harian $36,24, dan terendah $35,02 — yang sekaligus menjadi titik terendah baru dalam 52 minggu terakhir. Rentang harga 52 minggu Nike kini berada di antara $35,02 hingga $76,97, mengindikasikan penurunan lebih dari 54% dari puncaknya.

Q1 FY2027 Miss dan Proyeksi Mengerikan

Laporan keuangan Q1 FY2027 (kuartal yang berakhir 31 Agustus 2026) menunjukkan pendapatan $11,21 miliar, meleset dari estimasi Wall Street sebesar $11,32-$11,33 miliar. Meskipun laba per saham (EPS) $0,48 berhasil melampaui ekspektasi $0,43-$0,44, hal itu tidak cukup menahan kekhawatiran investor.

Kekhawatiran terbesar datang dari segmen Greater China, yang mengalami penurunan tajam 22% hingga 26%. Penjualan Nike Direct juga merosot 8% year-on-year menjadi $4,1 miliar, sementara penjualan wholesale turun 1% menjadi $6,8 miliar. Brand Converse menunjukkan kinerja terburuk dengan anjlok 28% menjadi $263 juta.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah proyeksi (guidance) Nike untuk tahun fiskal 2027 (hingga Mei 2027). Perusahaan memperkirakan pendapatan akan turun dalam kisaran high-single digit (-7% hingga -9%), jauh lebih buruk dari ekspektasi analis yang hanya memprediksi penurunan 2% hingga 3%. Proyeksi EPS yang disesuaikan juga anjlok menjadi $1,15-$1,35, hampir 30% di bawah konsensus analis yang sebesar $1,67-$1,69. CFO Dave Denton bahkan memperingatkan bahwa laba operasional akan turun lebih dalam dari pendapatan dan tekanan ini bisa berlanjut hingga FY2028.

“Laut Kesamaan” dan Tantangan Pasar China

CEO Elliott Hill, yang telah menjabat selama dua tahun, secara terbuka mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan dalam earnings call. “Kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di Nike Sportswear, Jordan Brand, dan Greater China. Perbaikannya akan memakan waktu,” ujarnya.

Tiga masalah utama yang disoroti adalah:

  1. Nike Sportswear: Menyumbang sekitar 50% dari pendapatan Nike, segmen ini menghadapi “lautan kesamaan” produk lifestyle yang terlalu mirip dengan kompetitor. Penjualan di segmen ini turun dalam kisaran low double-digit.
  2. Jordan Brand: Menyumbang 13% dari bisnis, merek ini terlalu mengandalkan retro sneakers. Penumpukan stok Jordan menyebabkan penurunan penjualan di kisaran mid-teens.
  3. Greater China: Penurunan signifikan 22%-26% mencerminkan melemahnya daya beli konsumen Tiongkok dan persaingan ketat dari merek lokal seperti Anta dan Li-Ning.

Untuk mengatasi masalah ini, Nike meluncurkan rencana restrukturisasi bernama “Pace” senilai $2,5 miliar yang akan berjalan hingga FY2031. Program ini mencakup pemangkasan biaya, pemutusan hubungan kerja karyawan (saat ini sekitar 73.000), modernisasi rantai pasok, pembangunan kampus baru di India, serta reorganisasi menjadi tiga wilayah geografis. Fokus juga akan kembali pada inovasi produk atletik, meskipun produk seperti Vomero running shoes dan sneaker Caitlin Clark yang ludes terjual pada hari peluncuran belum cukup untuk menutupi penurunan besar.

Meski gross margin perusahaan naik menjadi 42,8% dan inventori berhasil ditekan 3% menjadi $7,8 miliar, peningkatan ini tidak mampu menutupi penurunan signifikan dalam penjualan secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar Nike telah menyusut dari lebih dari $120 miliar tahun lalu menjadi $52,14 miliar saat ini, kehilangan sekitar $70 miliar.

Dampak ke Investor dan Prospek Dividen

Dengan penurunan 50% secara year-to-date, tahun 2026 menjadi tahun terburuk dalam sejarah Nike. Analis saat ini memberikan rekomendasi “Hold” untuk saham NKE, dengan target rata-rata $45,63. Namun, sentimen pasar cenderung pesimistis, terlihat dari rekor short interest sebanyak 87 juta saham, yang naik 55 juta dalam 52 minggu terakhir, mencapai 7% dari float saham.

Bagi investor yang mencari peluang, Nike saat ini menawarkan dividen yang menarik dengan yield 4,67% ($0,41 per kuartal atau $1,64 per tahun), salah satu yang tertinggi dalam sejarah perusahaan. Namun, prospek turnaround yang diperkirakan memakan waktu lama hingga tahun 2028 menjadi risiko yang harus dipertimbangkan. Level support selanjutnya untuk NKE diperkirakan berada di $32,09 (low after-hours) dan $30 (level psikologis), sementara resistance di $35,02-$35,15 dan $36,24 (high Kamis).

Investor kini menanti rilis pendapatan berikutnya pada 17 Desember 2026 dan Investor Day yang dijadwalkan bulan depan pada November 2026 untuk melihat arah dan strategi lebih lanjut dari manajemen Nike.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair