JAKARTA TIMUR, JOURNALARTA.COM – Sebuah video merekam momen ambulans membawa pasien kritis dihadang iring-iringan kendaraan pejabat dengan pelat RI 25 di Jalan Raya Pondok Gede, kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, viral di media sosial. Insiden terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti.
Dalam video yang diunggah pukul 17.41 WIB pada hari kejadian dan langsung mendulang 500 ribu tayangan dalam dua jam, terlihat seorang pria mengendarai motor dengan kaos putih dan ransel hitam mengawal ambulans yang disebutnya membawa ayahnya dalam kondisi kritis. Akses jalan ditutup total untuk antrean kendaraan yang akan masuk ke lokasi upacara. Iring-iringan pejabat, lengkap dengan patwal polisi dan SUV putih berstrobo, melintas, membuat semua kendaraan sipil wajib berhenti. Ambulans yang sirinenya meraung-raung pun tertahan, tak bisa lewat.
Reaksi Histeris dan Klarifikasi Polisi
Pria pengendara motor itu terekam histeris, berteriak, dan memukul-mukul SUV putih, meminta jalan dibuka. “Buka jalannya! Ayah saya kritis di dalam!” teriaknya, diikuti suara perekam, “Kasih jalan ambulans dulu pak! Ada pasien kritis!” Video ini memicu kemarahan netizen, dengan komentar seperti “Privilege pejabat vs nyawa rakyat!” dan “Nyawa dulu pak!”. Tagar #RI25, #AmbulansDihadang, dan #HariKesaktianPancasila pun menjadi trending teratas di X (sebelumnya Twitter) Indonesia pada 1-2 Oktober 2026.
Menanggapi insiden tersebut, Kapolsek Cipayung AKP Elka Rudlof membenarkan kejadian itu. “Video itu benar terjadi saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di Monumen Pancasila Sakti. Penutupan jalan bersifat situasional dan hanya berlangsung sesaat,” jelas AKP Elka Rudlof, seperti dikutip dari Tribun Pontianak. Menurutnya, aparat harus mengamankan iring-iringan tamu negara demi kelancaran acara nasional. Ia menambahkan, begitu petugas di lapangan mengetahui ada ambulans membawa pasien kritis, akses prioritas langsung diberikan.
“Ambulans dapat melintas dan melanjutkan perjalanan dengan aman. Kami minta maaf atas peristiwa tersebut,” kata AKP Elka Rudlof. Pihak kepolisian juga berjanji akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait prioritas ambulans versus iring-iringan pejabat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.