Untuk warga Palembang, kebijakan harga ini cukup menguntungkan. Pertamax di Palembang dan Sumatera Selatan dibanderol Rp16.300 karena adanya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dengan harga Vivo Revvo 92 yang stabil di Rp16.130, konsumen di Palembang bisa mendapatkan bensin RON 92 dengan harga lebih hemat Rp170.
Jenis BBM lainnya di Sumatera Selatan seperti Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300, semua lebih mahal dari harga di Jakarta akibat pajak daerah. Sementara itu, Pertalite (Rp10.000) dan Biosolar (Rp6.800) tetap disubsidi pemerintah di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.
Alasan Harga BBM Swasta Tetap Stabil
Kestabilan harga BBM swasta ini didorong oleh beberapa faktor:
- Pemerintah Indonesia tetap menjaga subsidi BBM hingga akhir tahun 2026.
- Pertamina mempertahankan harga BBM non-subsidi sejak 2 September 2026. Kenaikan terakhir terjadi pada Turbo (dari Rp18.300 menjadi Rp19.600), Dexlite (dari Rp19.700 menjadi Rp23.700), dan Pertamina Dex (dari Rp21.150 menjadi Rp25.200).
- Harga minyak dunia menunjukkan dinamika. Brent berada di US$102,25 dan WTI di US$91,11. ICP Indonesia Agustus tercatat US$89,43, naik US$7,75 dari Juli. Namun, rencana G7 untuk melepas 100 juta barel cadangan strategis berpotensi menekan harga. Di sisi lain, penghentian ekspor bahan bakar oleh China dan tensi di Timur Tengah menahan Brent di atas US$100.
- Perusahaan BBM swasta juga secara kompak tidak menaikkan harga, kemungkinan untuk menjaga daya beli masyarakat dan tetap kompetitif.
Untuk memverifikasi harga resmi, konsumen dapat memeriksa melalui aplikasi MyPertamina, BPme, Shell Asia, situs web Vivo Energy, atau langsung di SPBU terdekat. Penting diingat, harga dapat bervariasi Rp50-200 di luar Jawa karena biaya distribusi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.