Penampilan gemilang Lamine Yamal tidak luput dari perhatian Luis de la Fuente. Pelatih timnas Spanyol itu melontarkan pujian setinggi langit untuk anak asuhnya tersebut. “Dia sedang menuju untuk menjadi legenda sepak bola sejati!” ujar De la Fuente, seperti dilansir dari laman UEFA.
De la Fuente meyakini bahwa Yamal memiliki masa depan cerah dan berpotensi menjadi salah satu legenda sepak bola Spanyol. Mengenai persaingan Ballon d’Or, ia mengatakan, “Itu pandangan saya. Bila dia satu-satunya pemain Spanyol bersaing Ballon d’Or, saya akan bilang dia terbaik. Namun ada pemain Spanyol lain dan saya hormati mereka.” Yamal sendiri telah meraih Kopa Trophy 2024, sementara rekan senegaranya, Rodri, memenangkan Ballon d’Or 2024. Hal ini menunjukkan regenerasi pemain Spanyol yang solid.
De la Fuente juga bangga dengan proses regenerasi timnya. “Tim ini terus tumbuh, terus hasilkan bintang masa depan. Kami tutup laga cuma satu pemain yang main di final Piala Dunia. Kami akan terus bertaruh ke situ,” katanya, merujuk pada kesempatan bermain yang diberikan kepada Roberto Fernandez dan Fresneda.
Performa Impresif di Klub dan Timnas
Performa Lamine Yamal di Timnas Spanyol sejalan dengan penampilannya di level klub bersama FC Barcelona. Pada musim 2025/26 LaLiga, ia tampil impresif dan menjadi pilihan utama di posisi winger kanan di bawah asuhan pelatih Hansi Flick. Musim lalu, Yamal mencatatkan 15 gol dan 20 assist, dan di awal musim ini ia terus melanjutkan performa cemerlangnya.
Lahir pada 13 Juli 2007, Yamal saat ini berusia 19 tahun. Ia membuat debutnya di tim senior Barcelona pada usia 15 tahun 290 hari, menjadikannya pemain termuda sepanjang sejarah LaLiga. Yamal adalah bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Euro 2024 (dengan gol di semifinal vs Prancis) dan Piala Dunia 2026. Kini, timnas Spanyol berhak menyematkan dua bintang di jersey mereka.
Dengan gaya bermain sebagai winger kanan berkaki kiri yang sering memotong ke dalam, Yamal dikenal dengan tembakan melengkung, kemampuan dribel melewati tiga pemain, serta visi bermain yang sering disamakan dengan Lionel Messi. Spanyol sendiri kini memiliki rekor 9 poin sempurna dari 3 laga Nations League, memuncaki Grup A3 dengan keunggulan 3 poin dari Inggris. Tim ini juga mencatatkan 9 kemenangan beruntun di laga internasional, dan telah tidak terkalahkan dalam 40 laga internasional sejak Juni 2025, kecuali kekalahan adu penalti dari Portugal.
Laga berikutnya bagi Spanyol adalah melawan Kroasia di Matchday 4 Nations League, yang akan menjadi penentu juara grup. Yamal tentu berambisi menambah pundi-pundi golnya dan menjadi top skor di turnamen ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.