Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bukan Anak Sultan, Gen Z Ini Punya Tabungan Rp1,8 Miliar di Usia 24 Tahun, Ini Rahasianya

Ilustrasi menabung dan investasi untuk mencapai tabungan miliaran rupiah
Kedisiplinan mengelola investasi sejak dini menjadi kunci utama dalam membangun tabungan miliaran rupiah bagi kaum muda. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Mengumpulkan aset miliaran rupiah di usia muda sering dianggap mustahil bagi banyak orang. Namun, Mia McGrath, perempuan berusia 24 tahun asal London, Inggris, membuktikan bahwa kemandirian finansial dapat dicapai lebih awal melalui disiplin ketat. Ia berhasil mengumpulkan tabungan sebesar £79.000 atau setara dengan Rp1,87 miliar.

Pencapaian ini bukan hasil warisan instan, melainkan akumulasi konsisten selama lima tahun sejak ia masih duduk di bangku kuliah. McGrath secara rutin menyisihkan pendapatan bulanan untuk menabung dan berinvestasi. Langkah ini ia bagikan melalui akun TikTok @miarosemcgrath hingga akhirnya menarik perhatian banyak orang karena dianggap sebagai strategi yang realistis untuk diterapkan.

Investasi Sebagai Tagihan Prioritas

Strategi utama yang dipegang teguh oleh McGrath adalah prinsip investasi yang ia sebut sebagai “eat first”. Konsep ini menempatkan alokasi dana investasi sebagai pengeluaran pertama yang harus diselesaikan segera setelah menerima pendapatan, sebelum digunakan untuk kebutuhan konsumtif lainnya.

Prinsip ini mendapatkan dukungan dari pakar keuangan. Presiden ARIES Foundation for Financial Education, Tom Alessi, menyarankan agar seseorang memperlakukan diri sendiri layaknya sebuah tagihan rutin. Sebagaimana kewajiban membayar sewa atau cicilan tempat tinggal, dana investasi harus disisihkan setiap bulan tanpa kompromi.

Pakar keuangan pribadi dari UK Debt Expert, Maxine McCreadie, menambahkan bahwa konsistensi adalah kunci utama. Dengan menjadikan investasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rutin, seseorang dapat memanfaatkan efek bunga berbunga secara maksimal untuk mengembangkan nilai aset dalam jangka panjang.

Menekan Pengeluaran Konsumtif

Selain fokus pada investasi, McGrath menerapkan pembatasan ketat pada gaya hidup. Ia memilih untuk membatasi makan di luar, kecuali untuk kebutuhan bersosialisasi atau acara yang bersifat khusus. Kebiasaan membeli kopi di luar rumah pun ia tekan seminimal mungkin untuk mengalihkan dana tersebut ke pos simpanan.

Bagi pembaca di Indonesia, pendekatan ini memberikan refleksi penting tentang pengelolaan anggaran. Meskipun penghematan ekstrem efektif untuk mempercepat pertumbuhan tabungan, keseimbangan tetap menjadi variabel krusial. McCreadie mengingatkan agar individu tidak terlalu membatasi diri hingga kehilangan kenyamanan hidup.

Kebiasaan menabung yang terlalu kaku justru berisiko memicu kelelahan finansial atau bahkan perilaku belanja impulsif di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk tetap menyeimbangkan antara ambisi menabung dengan kewajiban lain, seperti melunasi utang yang ada dan memastikan ketersediaan dana darurat sebelum mengalokasikan modal untuk instrumen investasi jangka panjang.

Langkah McGrath ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan keuangan yang sederhana, jika dilakukan dengan konsistensi tinggi sejak dini, mampu membuahkan hasil finansial yang signifikan sebelum mencapai usia matang. Fokus utama tetap terletak pada kedisiplinan mengalokasikan pendapatan sebelum terjebak dalam gaya hidup yang tidak perlu.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair