Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95% pada Kuartal III 2026

Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95% pada Kuartal III 2026
Pertumbuhan ekonomi Vietnam didorong oleh sektor manufaktur yang ekspansif dan aliran investasi asing yang masif

HANOI — Ekonomi Vietnam mencatatkan akselerasi pertumbuhan signifikan dengan angka 9,95 persen pada kuartal III 2026. Data resmi dari Kantor Statistik Nasional Vietnam yang dirilis Sabtu (3/10) menunjukkan capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar, sekaligus menjadi laju tercepat sejak kuartal III 2022.

Pertumbuhan impresif ini melampaui proyeksi median survei Bloomberg yang sebelumnya memperkirakan angka di level 8,65 persen. Sebagai perbandingan, pada kuartal II 2026, Vietnam mencatatkan pertumbuhan revisi sebesar 8,81 persen. Capaian kuartal III ini membawa Vietnam kian mendekati target ambisius pemerintah untuk mengunci pertumbuhan ekonomi dua digit sepanjang 2026.

Dorongan Investasi dan Manufaktur

Pemerintah Vietnam secara konsisten menggenjot investasi infrastruktur berskala masif sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi jangka panjang. Langkah ini mulai membuahkan hasil nyata.

Selama sembilan bulan pertama tahun ini, komitmen investasi asing langsung (FDI) melonjak 76,4 persen secara tahunan, mencapai total USD 50,4 miliar. Sektor manufaktur dan properti menjadi primadona bagi masuknya aliran modal asing tersebut.

Kinerja ekspor pun menunjukkan ketangguhan. Data statistik mencatat ekspor pada September 2026 tumbuh 39,1 persen, jauh melampaui estimasi 26,6 persen. Di saat yang sama, laju impor mencapai 45,8 persen.

Dinamika ini mengantarkan neraca perdagangan Vietnam kembali mencatatkan surplus sebesar USD 1,27 miliar, sebuah pembalikan situasi setelah delapan bulan pertama tahun ini sempat mengalami defisit.

Konteks Regional dan Dinamika Global

Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara menunjukkan pergerakan yang dinamis. Sementara Vietnam mencatat pertumbuhan pesat, Indonesia pada periode yang sama juga mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan manufaktur.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan data S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 kembali ke zona ekspansif di level 52,4, meningkat dari level 49,8 pada Agustus.

Kondisi inflasi Indonesia yang terjaga di angka 3,28 persen secara tahunan juga menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Di Vietnam, tantangan inflasi tetap menjadi perhatian. Harga konsumen per September 2026 naik 5,08 persen, sedikit di bawah perkiraan 5,10 persen. Pemerintah setempat masih bekerja keras untuk membatasi inflasi tahunan di angka 4,5 persen, terutama di tengah tingginya beban biaya transportasi dan konstruksi yang dipicu oleh konflik di Iran.

Relasi perdagangan luar negeri Vietnam kini berada dalam sorotan, khususnya terkait surplus perdagangan dengan Amerika Serikat yang mencapai USD 122,6 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut meningkat 23,8 persen, namun berpotensi memicu ketegangan diplomatik seiring berlanjutnya penyelidikan Section 301 oleh otoritas AS.

Di sisi lain, Vietnam menghadapi defisit perdagangan yang melebar dengan China sebesar USD 121,5 miliar, atau naik 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Vietnam To Lam menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan negosiasi perdagangan dengan AS, termasuk komitmen untuk meningkatkan pembelian produk-produk berbasis teknologi tinggi sebagai langkah penyeimbang.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair