JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin, 5 Oktober 2026, di Lapangan PRIMA Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara ini menjadi sorotan utama nasional, khususnya setelah adanya perubahan lokasi dari rencana awal di Monumen Nasional (Monas).
Perayaan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Acara puncak hari ini juga menandai peresmian enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru serta puluhan brigade dan batalyon infanteri teritorial, sebagai bagian dari penguatan struktur pertahanan negara.
Presiden Prabowo Resmikan Satuan Baru
Puncak acara dimulai sekitar pukul 09.25 WIB dengan penganugerahan tanda kehormatan, diikuti pembacaan amanat Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, Presiden secara resmi menetapkan sejumlah satuan baru di lingkungan TNI.
Enam Kodam baru yang diresmikan meliputi Kodam XXV/Mambruk Papua Tengah dengan markas di Nabire dan Kodam XXX/Rinombara di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, ada 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan dan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta satuan operasional baru di TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pembentukan satuan-satuan ini bertujuan memperluas jangkauan pengamanan teritorial, memeratakan struktur pertahanan di luar Pulau Jawa, dan meningkatkan sinergi prajurit dalam mendukung pembangunan nasional di kawasan terdepan dan terluar Indonesia.
Penguatan organisasi TNI ini dinilai krusial mengingat luasnya wilayah kepulauan dan bergesernya peta kerawanan geopolitik regional. Penambahan komando teritorial diharapkan dapat mempercepat respons pertahanan serta pemerataan infrastruktur keamanan di daerah.
Batal di Monas Akibat Penanganan Bencana
Keputusan untuk mengalihkan perayaan puncak dari Monas ke Mabes TNI Cilangkap telah dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Muhammad Nas pada 22 September 2026. Alasan utama perubahan ini adalah karena banyak prajurit TNI yang sedang bertugas dalam penanganan bencana alam di berbagai pelosok Tanah Air.
Sebelumnya, pada 15 September, Kapuspen TNI sempat mengumumkan bahwa upacara akan digelar di Monas dengan parade 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), 520 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista), demo gabungan udara dan darat, serta Naval Parade 102 KRI di Teluk Jakarta, termasuk KRI Sriwijaya (eks ITS Giuseppe Garibaldi Italia). Namun, rencana tersebut diganti untuk mengutamakan kekhidmatan dan makna peringatan, serta komitmen TNI pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Bahkan, kegiatan Sailing Pass di Teluk Jakarta yang direncanakan pada 4 Oktober 2026 juga ditiadakan. TNI Angkatan Laut fokus pada kegiatan reflagging, shipnaming, dan pengukuhan komandan KRI. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyatakan TNI AL siap mendukung dan menyukseskan HUT TNI ke-81 sesuai keputusan pimpinan.
Rangkaian Kegiatan HUT TNI ke-81
Meski upacara puncak berlangsung lebih sederhana, rangkaian kegiatan HUT TNI ke-81 telah digelar sejak Agustus hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi Piala Panglima TNI yang mempertandingkan puluhan cabang olahraga dan seni, TNI Fair, TNI Run & Fun Walk di Monas, hingga Bazar Pangan Murah dengan 40.000 paket sembako dan 40.000 porsi makan gratis.
Kegiatan spiritual dan kemanusiaan juga menjadi bagian penting, seperti doa bersama lintas agama yang diikuti ribuan peserta, ziarah nasional, donor darah, penanaman sejuta pohon, serta bakti sosial lainnya. Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” mengandung makna mendalam bahwa kekuatan TNI tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan terus bersinergi, saling mendukung, dan menjaga persatuan demi tercapainya Indonesia yang adil dan makmur.
Di media sosial, ucapan Dirgahayu TNI ke-81 membanjiri lini masa dengan tagar #HUTTNI81, #TNIAdaLau, dan #TNIKuatBersamaRakyat. Berbagai kementerian dan lembaga turut meramaikan dengan poster-poster bertema sama, mengingatkan bahwa 5 Oktober bukan sekadar tanggal, tetapi momentum mengenang perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan dan kedekatan dengan rakyat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.