Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Hari Ini Naik Tipis +0,03% ke 6.038,99: Sesi 1 Hijau! Pembukaan 6.055,16 Sempat Sentuh 6.085,45

IHSG Hari Ini Naik Tipis
IHSG Hari Ini Naik Tipis +0,03% ke 6.038,99: Sesi 1 Hijau! Pembukaan 6.055,16 Sempat Sentuh 6.085,45. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (5/10/2026), mengakhiri sesi pertama dengan penguatan tipis 0,03% atau 2,10 poin, parkir di level 6.038,99. Sepanjang pagi, pergerakan indeks terpantau dinamis, sempat melesat di awal perdagangan sebelum menahan penguatan jelang istirahat siang.

Pada pukul 11:59 WIB, IHSG tercatat menghijau, rebound setelah sempat menyentuh level rendah harian. Angka pembukaan berada di 6.055,16, dengan level tertinggi harian mencapai 6.085,45 dan terendah di 6.019,84. Posisi penutupan lalu pada Jumat (2/10/2026) berada di 6.036,89.

Kronologi Pergerakan IHSG Sesi I

Pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG langsung melesat naik antara +0,30% hingga +0,51%, dibuka di kisaran 6.055,15/6.055,16. Lompatan ini mendorong indeks naik 18,26 hingga 30,67 poin. Data RTI menunjukkan, pada menit-menit awal perdagangan, sebanyak 3,31 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp388,5 miliar dan frekuensi 63.579 kali transaksi. Sebanyak 350 saham menguat, 128 terkoreksi, dan 220 stagnan.

Memasuki pukul 09.30 hingga 10.00, IHSG sempat terkoreksi dari puncak 6.085 ke kisaran 6.043-6.020, terindikasi adanya tekanan profit taking dan rotasi investor ke saham-saham defensif. Namun, indeks kembali pulih mendekati jam istirahat siang.

Pukul 11.00 hingga 11:59 WIB, IHSG berhasil recovery ke level 6.038,99. Pergerakan ini menunjukkan pantulan dari titik terendah 6.019,84 dan berhasil mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.000. Sejam pertama perdagangan (hingga pukul 10.00), IHSG sempat lebih tinggi di 6.062,47, naik +0,42% atau 25,58 poin, dengan volume transaksi mencapai 13,14 miliar lembar saham senilai Rp2,56 triliun, melibatkan 535.438 kali transaksi. Saat itu, 466 saham naik, 190 turun, dan 131 stagnan. Indeks LQ45 juga tercatat menguat 0,32%, dengan saham-saham seperti BLTZ dan PGLI mencatat kenaikan signifikan (Auto Rejection Atas/ARA).

Faktor Pendorong dan Pembayangan Sentimen Global

Beberapa faktor memengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Analis dari Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan menguat dengan support di 5.973 dan resistance di 6.095. Secara teknikal, terbentuknya pola white spinning top reversal pattern dan indikator Stochastic golden cross di area deep oversold mendukung potensi penguatan. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain ASII, SMGR, ARCI, dan SCMA.

Sektor-sektor yang menjadi penopang utama adalah consumer non-cyclicals dan energi. Pada perdagangan Jumat lalu, sektor teknologi melonjak +1,51% dan energi +1,12%. Beberapa saham berkapitalisasi besar seperti BBCA (+1,67%), DCII (+3,66%), ASII (+2,66%), dan GOTO (+7,14%) turut mendorong indeks.

Meski demikian, investor juga mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan suku bunga The Fed. Pilarmas Sekuritas melihat potensi pelemahan terbatas dengan support 5.935 dan resistance 6.120. CGS International juga memproyeksikan support di 5.980-5.920 dan resistance di 6.090-6.150. Beberapa rekomendasi trading meliputi AADI, PTBA, MAPI, ERAA, AALI, MDKA, ADRO, dan ASII.

Sentimen positif dari pasar global, seperti lonjakan Nikkei225 Jepang (+2,09% hingga +2,53%) dan Straits Times Singapura (+0,14%), turut memberikan angin segar. Data nonfarm payrolls AS untuk September 2026 yang hanya bertambah 29.000 pekerjaan (jauh di bawah estimasi 90.000) dan kenaikan tingkat pengangguran AS menjadi 4,2% memicu harapan bahwa The Fed akan menahan kenaikan suku bunga acuan pada Oktober, yang menjadi katalis positif bagi pasar.

Namun, aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) masih membayangi. Penjualan bersih harian tercatat sebesar Rp1,27 triliun hingga Rp1,31 triliun, sehingga akumulasi net foreign sell secara year-to-date (YTD) telah menembus Rp107,43 triliun. Kinerja IHSG secara YTD masih terkoreksi 30,18%. IPOT menyebutkan, level resistance penting 6.184-6.200 diperlukan untuk mengonfirmasi reversal tren naik. Selama IHSG bergerak di bawah level tersebut, penguatan yang terjadi masih dianggap sebagai technical rebound.

Proyeksi Sesi II dan Saham Unggulan

Untuk sesi kedua, IPOT memproyeksikan peluang technical rebound IHSG terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Pada Jumat lalu, IHSG sempat menyentuh intraday 5.979,98 namun ditutup di 6.036,89 (+0,46% atau 27,39 poin). Target resistance berikutnya diproyeksikan di 6.184-6.200, sehingga menjaga level 6.000 menjadi sangat krusial.

Pada jam pertama perdagangan, beberapa saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk daftar top gainers, antara lain PGLI dan BLTZ yang kompak menyentuh ARA. Saham-saham seperti PTRO, MDKA, dan PTBA juga terpantau unggul.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair