JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 5 Oktober 2026. Kurs USD/IDR tercatat di Rp17.940,00 pada pukul 12.56 WIB atau 05.56 UTC, naik +0,13% atau 24 poin dari penutupan sebelumnya.
Kondisi ini menandai awal pekan yang kurang baik bagi mata uang domestik setelah sempat ditutup perkasa pada Jumat lalu. Data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB menunjukkan rupiah dibuka melemah 21 poin atau 0,12% di level Rp17.903 per dolar AS di pasar spot exchange.
Fluktuasi Pasar dan Acuan Kurs
Pelemahan rupiah ini terjadi setelah penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, di mana rupiah menguat 84 poin atau 0,47% ke level Rp17.882 per dolar AS. Namun, para analis sebelumnya telah memperingatkan akan adanya tekanan pada awal pekan.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada 5 Oktober 2026 mencatat 1 dolar AS setara Rp17.898. Sementara itu, data live TradingView menunjukkan level Rp17.893,0 per dolar AS pada pukul 09:45 WIB, dengan rentang pergerakan antara Rp17.878 hingga Rp17.932. Data dari Finnhub menunjukkan harga terkini 17.925.
Berikut adalah perbandingan kurs jual beli dolar AS di beberapa bank besar pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 09.12 WIB:
| Bank | Jenis | Beli | Jual |
|---|---|---|---|
| BCA | e-rate | Rp17.880 | Rp17.900 |
| BCA | TT Counter / Bank Notes | Rp17.700 | Rp17.980 |
| Mandiri | Special Rate | Rp17.940 | Rp17.970 |
| Mandiri | TT Counter / Bank Notes | Rp17.680 | Rp17.980 |
| BRI | Situs Resmi | Rp17.914 | Rp17.941 |
| BNI | Special Rates | Rp17.935 | Rp17.965 |
Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah di awal pekan ini tidak lepas dari sentimen global. Dolar AS sempat melemah terbatas karena investor mengurangi spekulasi pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve (The Fed).
Data ketenagakerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu utama. Laporan Nonfarm Payrolls AS bulan September hanya mencatat penambahan 29.000 pekerjaan, jauh di bawah estimasi 90.000. Angka pengangguran juga naik menjadi 4,2%.
Akibatnya, perangkat CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober turun drastis dari 64% pada pekan sebelumnya menjadi hanya 22%. Ini menyebabkan dolar AS goyah, meskipun masih terpantau menguat tipis 0,10% di level 102.035. Mata uang lain seperti euro dan yen Jepang menunjukkan penguatan, dengan euro bangkit ke 1,1243 per dolar AS dan yen menguat ke 157,81 per dolar AS.
Meskipun demikian, risiko pergerakan dolar AS masih condong ke arah penguatan karena pertumbuhan ekonomi AS yang unggul dan tingginya minat asing terhadap sekuritas AS.
Proyeksi dan Tips Tukar Mata Uang
Analis memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif cenderung melemah dalam rentang Rp17.880-Rp17.930 untuk hari Senin ini, dengan resistance psikologis di Rp18.000. Untuk sepekan ke depan, rentang pergerakan rupiah diperkirakan antara Rp17.750 hingga Rp18.050.
Bagi masyarakat yang ingin menukarkan dolar AS, disarankan untuk membandingkan kurs di berbagai bank. BCA e-rate menawarkan harga jual yang relatif murah di Rp17.900, sementara Mandiri special rate memiliki harga beli yang tinggi di Rp17.940. Penggunaan JISDOR BI yang dirilis pukul 08.00 WIB dapat menjadi acuan untuk faktur resmi, sementara pemantauan melalui platform real-time seperti TradingView juga direkomendasikan untuk mendapatkan informasi terbaru.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.