BEKASI, JOURNALARTA.COM – Semen Padang FC harus menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 musim 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026) malam. Kekalahan dalam Derby Andalas yang berlangsung ketat ini berujung pada pemecatan pelatih kepala Kabau Sirah, Nil Maizar, tak lama setelah pertandingan.
Gol tunggal Dimas Wicaksono Putra Rahman di menit ke-72 menjadi penentu kemenangan PSPS, mengantarkan tim berjuluk Askar Bertuah itu naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup A. Bagi Semen Padang, hasil ini merupakan kekalahan pertama mereka musim ini, dan sekaligus mengakhiri kiprah Nil Maizar yang baru menukangi tim dalam empat pertandingan.
Jalannya Laga Penuh Tekanan
Pertandingan yang dijuluki Derby Andalas ini berjalan sengit sejak peluit kick-off dibunyikan. Semen Padang menguasai jalannya babak pertama dengan ball possession 53% berbanding 47% milik PSPS. Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi peluang berarti. Kabau Sirah hanya mencatatkan satu tembakan yang tidak tepat sasaran, sementara PSPS lebih efektif dengan empat tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Semen Padang berupaya menekan untuk memecah kebuntuan, sedangkan PSPS mengandalkan serangan balik cepat. Pelatih PSPS, Akhyar Ilyas, membuat keputusan krusial dengan memasukkan Dimas Wicaksono Putra Rahman pada menit ke-64, menggantikan Vieri Donny Ariyanto. Pergantian ini terbukti jitu.
Hanya delapan menit setelah masuk lapangan, Dimas Wicaksono berhasil mencetak gol tunggal melalui skema serangan balik yang cepat. Tembakan kerasnya menjebol gawang Semen Padang, membuat PSPS unggul 0-1. Tertinggal satu gol, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan. Namun, lini pertahanan PSPS tampil solid dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Dampak Kekalahan: Pemecatan Nil Maizar
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Semen Padang, terutama karena manajemen memiliki ambisi besar untuk kembali promosi ke Liga 1 musim depan. Dengan skuad yang diperkuat sejumlah pemain bintang, hasil minor di laga keempat ini memicu evaluasi cepat.
Melalui akun resmi Instagram klub, manajemen Semen Padang FC mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan Nil Maizar pada Minggu malam itu juga. “Terimakasih atas segala dedikasi, kerjakeras dan pengabdian, coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerjasama ini secara baik-baik,” demikian pernyataan resmi klub.
Sebelum kekalahan dari PSPS, Semen Padang mencatatkan hasil yang cukup baik di tiga laga awal: meraih kemenangan tandang 0-1 atas Persiraja Banda Aceh (13 September), bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang (20 September), dan menang 0-2 atas PSGC Ciamis (26 September). Namun, catatan dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dari empat pertandingan ini dinilai belum cukup memuaskan manajemen.
Klasemen Sementara dan Proyeksi ke Depan
Hasil pertandingan ini mengubah peta persaingan Grup A. PSPS Pekanbaru berhasil mengumpulkan 9 poin dari empat laga, menempatkan mereka di posisi kedua, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, PSMS Medan (10 poin). Sementara itu, Semen Padang FC tertahan di posisi kelima dengan 6 poin.
| Pos | Klub | Main | Poin | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PSMS Medan | 4 | 10 | Puncak Klasemen |
| 2 | PSPS Pekanbaru | 4 | 9 | Naik Posisi |
| 5 | Semen Padang FC | 4 | 6 | Posisi Tertahan |
Berikutnya, Semen Padang akan menghadapi Persikad Depok pada 11 Oktober 2026. Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi pelatih baru Kabau Sirah, yang diharapkan mampu membawa tim kembali ke jalur kemenangan dan mewujudkan target promosi ke Liga 1.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.