Pelatih Italia, Roberto Mancini, menurunkan formasi 4-3-3 dengan Gianluigi Donnarumma sebagai kapten. Barisan depan diisi oleh trio Sebastiano Esposito, Pio Esposito, dan Gianluca Scamacca. Beberapa perubahan dilakukan di babak kedua dengan masuknya Nicolo Barella, Moise Kean, dan Cesare Maldini.
Di sisi lain, Vincenzo Montella yang melatih Turki, mencoba formasi eksperimental 4-3-3. Turki sangat terasa kehilangan Guler dan Calhanoglu akibat skorsing serta cedera, membuat kreativitas mereka di lini tengah dan depan terbatas.
Dengan kemenangan ini, Italia berhasil naik ke posisi kedua klasemen Grup A1 dengan 7 poin dari 4 pertandingan, menggeser Belgia yang kini turun ke peringkat ketiga setelah kalah 1-4 dari Prancis di malam yang sama. Prancis memuncaki klasemen dengan 10 poin, sementara Turki terbenam di dasar klasemen dengan 0 poin dari 4 kekalahan beruntun, memastikan mereka terdegradasi ke League B musim depan. Posisi Montella sebagai pelatih Turki berada di ujung tanduk.
Ini adalah kemenangan ke-11 Italia atas Turki dari total 15 pertemuan, sementara Turki masih belum pernah mengalahkan Italia sejak 1962. Pada pertemuan sebelumnya di Bursa pada 9 September lalu, Italia juga menang telak 4-1.
Dampak Kemenangan bagi Italia
Kemenangan atas Turki ini memberikan momentum positif bagi skuad muda Italia di bawah asuhan Roberto Mancini. Performa impresif dari pemain-pemain muda seperti Pio Esposito dan Calafiori menunjukkan kedalaman skuad Azzurri. Pertandingan berikutnya melawan Prancis pada 12 November di San Siro akan menjadi penentu posisi juara grup.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.