JAKARTA — IHSG diproyeksi bergerak pada rentang 6.180-6.339 saat pembukaan perdagangan Selasa (6/10), setelah harga minyak mentah global mereda dan indikator teknikal memberi sinyal positif. Namun, proyeksi pelaku pasar tidak seragam: MNC Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi melemah ke rentang 5.850-5.911.
Pada perdagangan Senin (5/10), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 81,97 poin atau 1,36 persen ke level 6.118,86. Pergerakan berikutnya akan berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan sejumlah data ekonomi domestik yang segera dirilis.
IHSG dan sinyal teknikal positif
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif. Ia menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan pemulihan teknikal pada perdagangan Selasa.
“Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif. Untuk perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, sentimen IHSG masih cenderung positif dengan peluang melanjutkan technical rebound,” kata Nafan dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Pandangan itu juga berkaitan dengan perubahan ekspektasi pasar atas suku bunga The Fed. Berdasarkan data CME FedWatch yang disebut Nafan, probabilitas kenaikan suku bunga setidaknya 25 bps pada pertemuan 28 Oktober 2026 turun menjadi 21,6 persen, dari 22,1 persen pada hari sebelumnya.
Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap tekanan kebijakan moneter. Bagi pasar saham Indonesia, sentimen itu relevan karena perubahan minat investor terhadap aset berisiko dapat memengaruhi daya tarik saham dan aliran dana ke pasar negara berkembang.
Harga minyak mereda, pasar menimbang risiko
Faktor lain yang menopang proyeksi positif Mirae Asset Sekuritas adalah meredanya lonjakan harga minyak mentah global.
Dalam bahan keterangannya, Nafan mengaitkan perkembangan tersebut dengan komitmen negara-negara G7 untuk melepas 100 juta barel minyak mentah dan produk BBM dari cadangan darurat selama empat bulan.
Pelepasan diesel akan dilakukan lebih awal, sementara ekspor minyak dari Timur Tengah juga disebut mulai pulih.
Pergerakan harga minyak penting bagi pasar karena perubahan pasokan energi dapat memengaruhi sentimen investor. Dalam konteks IHSG, kabar pasokan yang lebih longgar memberi salah satu faktor yang dapat meredakan kekhawatiran pasar, meski proyeksi indeks tetap bergantung pada perkembangan sentimen lain dan aksi investor.
Nafan menilai kombinasi ekspektasi suku bunga yang menurun dan perkembangan pasokan minyak dapat mendukung minat terhadap aset di pasar negara berkembang.
“Bagi IHSG perkembangan ini relatif konstruktif apabila ekspektasi kenaikan Fed terus menurun karena dapat mengurangi tekanan terhadap risk appetite, memperbaiki daya tarik emerging-market assets, dan berpotensi membantu aliran dana ke emerging markets,” jelasnya.
Proyeksi berbeda dan saham pilihan sekuritas
Meski Mirae Asset Sekuritas melihat peluang penguatan, MNC Sekuritas mengambil proyeksi lebih hati-hati. Perusahaan sekuritas itu memperkirakan IHSG melemah pada rentang 5.850-5.911 dan meminta investor mencermati potensi koreksi.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911,” tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Perbedaan rentang proyeksi menunjukkan bahwa pelaku pasar membaca risiko jangka pendek dengan cara berbeda. Bagi investor, informasi tersebut menjadi konteks untuk menilai volatilitas, bukan kepastian arah indeks. Proyeksi teknikal juga tidak menjamin hasil investasi tertentu.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham ARCI, BREN, dan SSIA untuk perdagangan Selasa (6/10). Sementara itu, saham pilihan MNC Sekuritas meliputi ADRO, INCO, MEDC, dan MINA.
Pasar juga menunggu rilis data ekonomi domestik awal bulan. Cadangan Devisa dijadwalkan pada 7 Oktober 2026, disusul Indeks Keyakinan Konsumen pada 8 Oktober 2026. Menurut bahan sumber, kedua data itu menjadi perhatian karena dapat membantu menentukan arah arus modal asing dalam jangka pendek.
Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan masing-masing investor. Informasi proyeksi dan rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.