JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Bek tangguh Timnas Indonesia, Kevin Diks Bakarbessy, genap berusia 30 tahun pada hari ini, Selasa 6 Oktober 2026. Perayaan ulang tahunnya terasa lebih istimewa dengan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang baru saja diraih Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya sebagai kapten.
Diks, yang lahir di Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996, baru saja memimpin Garuda menuntaskan puasa gelar 35 tahun setelah mengalahkan Thailand di final. Kemenangan ini sekaligus membalaskan dendam atas empat kekalahan final AFF sebelumnya melawan Thailand.
Kronologi Kemenangan Dramatis di SUGBK
Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin, 5 Oktober 2026, berlangsung dramatis. Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Thailand hingga 120 menit waktu normal dan perpanjangan waktu. Gol Indonesia dicetak oleh Dean James pada menit ke-84 dan Elkan Baggott di menit ke-115, sementara Thailand membalas lewat Sanron dan Peeradol pada menit ke-110.
Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan adu penalti. Timnas Indonesia tampil sempurna dengan skor 4-2. Kevin Diks, yang tampil penuh dan menjadi eksekutor penalti pertama, berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang. MPN Indonesia melaporkan bahwa Diks mencatat sejarah dengan mengakhiri penantian gelar 35 tahun.
Profil Kevin Diks: Dari Keturunan Maluku Hingga Bundesliga
Kevin Diks Bakarbessy resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2024. Pria dengan tinggi 1,86 meter ini memiliki darah keturunan Maluku, tepatnya Ambon. Di level klub, Diks kini memperkuat klub Bundesliga Jerman, Borussia Mönchengladbach, setelah bergabung pada 1 Juli 2025 dengan kontrak hingga 30 Juni 2030 dan nilai pasar 5 juta euro.
Di Timnas Indonesia, Diks telah mengantongi 15 caps sejak debutnya pada tahun 2024. Gol pertamanya untuk Garuda tercipta saat melawan Arab Saudi di Jeddah pada 9 Oktober 2025 dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia. Di ASEAN Cup 2026, ia didapuk sebagai kapten menggantikan Jay Idzes yang absen akibat cedera.
Peran Krusial Kapten Diks dalam Tim
Sebelum final, Diks menekankan pentingnya fokus dan tidak terbawa emosi. “Jangan terbawa emosi atau apa pun, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih. Satu momen bisa menjadi penentu dalam final,” ujarnya dalam konferensi pers di SUGBK, dikutip oleh BolaSport dan NTVNews.
Ia juga mengungkapkan bahwa Jay Idzes tetap menjadi bagian dari tim, meskipun tidak bisa bermain. “Jay benar-benar menjalani momen ini bersama kami. Dia sering telepon saya, kirim pesan, sangat sedih tidak bisa di sini. Dia tetap bagian dari kami,” imbuh Diks. Sempat terkendala jadwal padat tiga laga dalam enam hari, Diks menegaskan kesiapannya seratus persen untuk final, dan terbukti ia bermain penuh 120 menit ditambah adu penalti.
Perjalanan Timnas Menuju Puncak
Di bawah arahan pelatih John Herdman, yang menggantikan posisi Kluivert di turnamen ini, Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif. Perjalanan mereka menuju gelar juara dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura pada 25 September, diikuti hasil imbang 0-0 melawan Malaysia meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37 setelah Thom Haye diganjar kartu merah.
Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada 1 Oktober memastikan Indonesia sebagai juara Grup A dengan 7 poin. Puncaknya, di final pada 5 Oktober, Garuda berhasil menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti. Pengalaman pemain yang merumput di luar negeri menjadi fondasi kuat tim, seperti yang disampaikan Diks: “Kami akan berikan segalanya di setiap pertandingan.”
Fokus Berikutnya: Kualifikasi Piala Dunia 2026
Setelah sukses di ASEAN Cup, Timnas Indonesia akan segera mengalihkan fokus ke Kualifikasi Piala Dunia 2026 Round 4. Dua pertandingan tandang sudah menanti: Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2026 dan Irak pada 11 Oktober 2026, keduanya di Jeddah. Kevin Diks dipastikan tetap menjadi andalan di lini pertahanan bersama Justin Hubner dan Elkan Baggott.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.