Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Usai Antar Timnas Indonesia Juara, Dean James Akui Aneh Pulang ke Belanda

Dean James kembali ke Belanda usai bantu Timnas Indonesia juara
Dean James merasakan suasana berbeda saat kembali ke Belanda setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Usai membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, Dean James kembali ke Belanda dan merasakan perubahan suasana yang kontras: dari sulit berjalan di tempat umum karena dikenal banyak orang menjadi bisa beraktivitas dengan lebih santai. Bek Go Ahead Eagles itu menyebut pengalaman tersebut terasa aneh.

James menjadi bagian penting saat Indonesia mengalahkan Thailand dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-46, mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-84, lalu sukses menjalankan tugas sebagai penendang kedua Indonesia dalam adu penalti.

Dean James akui suasana di Indonesia berbeda

Perhatian publik terhadap James meningkat setelah kemenangan itu. Bek kiri keturunan Surabaya, Jawa Timur, tersebut mengaku kesulitan berjalan di tempat umum di Indonesia karena banyak orang mengenalinya.

Ketika kembali ke Belanda dan bergabung lagi dengan Go Ahead Eagles, situasinya berubah. Ia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa karena tidak banyak orang yang mengenalinya.

“(Rasanya) memang aneh,” kata James, dikutip dari Oost pada Sabtu (10/10/2026).

Ia menggambarkan kontras itu dengan sederhana. “Di sana, Anda hampir tidak bisa berjalan di jalanan umum, sedangkan di sini (Belanda) situasinya agak lebih santai.”

James kemudian menegaskan besarnya perbedaan perhatian yang ia rasakan setelah kembali ke lingkungan klubnya. “Anda tidak dikenali orang dan itu benar-benar sebuah perubahan besar,” lanjutnya setelah tiba di Belanda.

Gol tendangan bebas membawa Indonesia unggul

Final melawan Thailand berlangsung ketat. James masuk selepas jeda, lalu memecah kebuntuan Indonesia pada menit ke-84 lewat tendangan bebas yang membentur badan lawan sebelum masuk ke gawang.

Thailand sempat menyamakan kedudukan dan berbalik unggul. Elkan Baggott kemudian mencetak gol balasan, sehingga laga berlanjut ke adu penalti. James dipercaya menjadi penendang kedua Indonesia dan sukses menuntaskan tugasnya.

Kontribusi itu menjelaskan mengapa sambutan terhadap James begitu besar setelah ia kembali ke Indonesia. Momen gol dan keberhasilannya dalam adu penalti melekat pada kemenangan tim, sementara perhatian publik langsung terasa dalam aktivitas hariannya.

Dampaknya terlihat jelas pada perbedaan ruang gerak yang ia ceritakan. Di Indonesia, banyak orang mengenalinya saat berada di tempat umum; di Belanda, ia kembali menikmati suasana yang lebih tenang sebagai pemain klub. Perubahan mendadak dari perayaan gelar ke rutinitas sepak bola klub menjadi pengalaman yang ia nilai tidak biasa.

Joey Pelupessy juga mendapat pengawalan

James bukan satu-satunya pemain yang merasakan dampak besar dari perayaan setelah gelar juara. Kompatriotnya, Joey Pelupessy, mendapat pengawalan polisi saat meninggalkan Indonesia.

Pelupessy harus segera kembali ke Belgia untuk membela SK Lommel. Ia terbang menuju bandara bersama Kevin Diks dan mendapat pengawalan di tengah perayaan besar atas kemenangan Timnas Indonesia.

Kini James kembali bersama Go Ahead Eagles setelah pengalaman yang berbeda jauh dari kesehariannya di Indonesia. Jadwal dan aktivitasnya bersama klub kembali menjadi bagian dari rutinitas, sementara kenangan final dan sambutan suporter masih membayangi kepulangannya ke Belanda.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda