Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gubernur Sumut usul buka jalur laut percepat ekspor UMKM ke Malaysia

Jalur laut ekspor UMKM Sumut ke Malaysia dengan kapal kargo kecil
Usulan pengiriman laut berjadwal lebih sering ditujukan untuk membuka akses ekspor bagi UMKM Sumatera Utara. (Ilustrasi: AI)

MEDAN — Pelaku UMKM Sumatera Utara berpeluang mengirim produk ke Malaysia lebih sering tanpa harus menunggu barang terkumpul dalam jumlah besar. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengusulkan jalur laut dengan pengiriman skala kecil, misalnya setiap lima hari atau seminggu sekali, untuk menekan ongkos logistik dan mempercepat perputaran modal.

Usulan itu disampaikan Bobby setelah menerima Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Muzafar Shah Mustafa di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Sabtu. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan siap memberikan subsidi transportasi laut lintas negara, sementara mekanisme pelaksanaan masih akan dibahas bersama Malaysia.

Ekspor UMKM Sumut tak harus menunggu muatan besar

Selama ini, pengiriman antarnegara mensyaratkan kuantitas besar dalam satu kali pengiriman. Ketentuan itu menjadi kendala bagi usaha mikro dan kecil yang belum mampu mengumpulkan produk dalam volume besar atau menyimpan stok dalam waktu lama.

Skema yang diusulkan Bobby mengubah pola tersebut: muatan dibuat lebih kecil, tetapi jadwal pengiriman lebih sering. “Kami usulkan pengiriman dalam volume tidak terlalu besar, tetapi lebih sering. Misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali,” kata Bobby.

Menurut dia, pengiriman berkala dapat membantu pelaku usaha mengurangi kebutuhan menumpuk barang sebelum ekspor. Modal pun berpotensi lebih cepat kembali ke usaha, sehingga pelaku UMKM memiliki ruang untuk menjaga kegiatan produksi dan memenuhi permintaan pasar secara lebih dinamis.

Data Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah Provinsi Sumut 2025 mencatat Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM. Sekitar 98,9 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil. Besarnya jumlah usaha kecil membuat akses pengiriman menjadi persoalan praktis: skema yang hanya ekonomis untuk muatan besar berisiko sulit dijangkau pelaku dengan kapasitas produksi terbatas.

“Dengan lima hari sekali atau seminggu sekali, maka pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama. Perputaran modal mereka juga bisa lebih cepat dan lebih dinamis,” ujar Bobby.

Subsidi logistik dan pembahasan teknis menyusul

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda