Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Kolesterol: Pengertian, Jenis LDL HDL, Kadar Normal, Bahaya & Cara Menurunkan Alami

Kolesterol
Kolesterol: Pengertian, Jenis LDL HDL, Kadar Normal, Bahaya & Cara Menurunkan Alami. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan darah menjadi cara untuk mengetahuinya. Kadar yang berlebih dapat memicu penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko gangguan pada jantung maupun otak.

Dampaknya bisa serius sebelum seseorang merasakan keluhan. Namun, kesemutan, tengkuk terasa berat, atau pusing bukan tanda pasti kolesterol tinggi; pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk menilai kadarnya.

Kolesterol dan jenis yang perlu diketahui

Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi tubuh dan juga diperoleh dari makanan. Tubuh memerlukannya untuk membentuk hormon, vitamin D, asam empedu, serta dinding sel. Masalah muncul saat kadarnya berlebih atau keseimbangan jenis lemak dalam darah tidak baik.

LDL kerap disebut kolesterol jahat karena dapat membawa kolesterol ke sel. Jika jumlahnya berlebihan, LDL bisa menumpuk pada dinding arteri dan membentuk plak. HDL membantu membawa kolesterol berlebih kembali ke hati untuk diproses.

Trigliserida berbeda dari LDL dan HDL. Jenis lemak ini menyimpan energi dari kalori yang tidak digunakan; kadarnya dapat meningkat ketika asupan gula dan karbohidrat berlebihan. Pemeriksaan biasanya juga mencantumkan kolesterol total, yang mencerminkan gabungan komponen dalam darah.

Dalam bahan pemeriksaan yang dicantumkan, kolesterol total di bawah 200 mg/dL masuk kategori ideal, sedangkan 200-239 berada di batas waspada dan 240 atau lebih tergolong tinggi. Untuk LDL, kadar di bawah 100 mg/dL disebut optimal. Trigliserida normal berada di bawah 150 mg/dL. Hasil tetap perlu dibaca bersama kondisi kesehatan dan penilaian tenaga medis.

Kolesterol tinggi perlu dipastikan lewat tes darah

Kebanyakan orang tidak merasakan gejala khusus ketika kolesterolnya tinggi. Benjolan kekuningan pada kelopak mata atau benjolan lemak di siku dan tendon dapat muncul pada kondisi tertentu, tetapi tanda semacam itu bukan pengganti pemeriksaan.

Nyeri dada saat beraktivitas perlu mendapat perhatian, terutama bila mereda ketika beristirahat. Namun, kesemutan di tangan atau kaki, pusing, dan tengkuk berat tidak dapat digunakan sendiri untuk memastikan kolesterol tinggi. Tes darah memberi gambaran yang lebih terukur.

Dalam draf sumber, pemeriksaan disebut dilakukan setelah puasa 9-12 jam, dengan air putih tetap diperbolehkan. Ikuti petunjuk laboratorium atau tenaga kesehatan mengenai persiapan tes, termasuk apakah puasa diperlukan untuk pemeriksaan yang akan dijalani.

Risiko utamanya datang dari plak yang menyempitkan pembuluh darah. Plak pada arteri koroner dapat berujung pada serangan jantung, sedangkan gangguan aliran darah ke otak dapat menyebabkan stroke. Penumpukan di pembuluh kaki juga dapat memicu nyeri saat berjalan dan luka yang sulit sembuh.

Kebiasaan sehari-hari ikut memengaruhi kadar

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda