JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Film laga Mile 22 yang dibintangi Mark Wahlberg dan Iko Uwais mendadak kembali viral pada Oktober 2026. Delapan tahun setelah rilisnya yang menerima kritik pedas, film berdurasi 94 menit ini kini menduduki posisi teratas dalam daftar tontonan paling populer di platform streaming Netflix dan Paramount+.
Padahal, saat dirilis pada 2018, film garapan Peter Berg ini hanya meraih 23% di Rotten Tomatoes dan dianggap gagal oleh studio STX Entertainment. Namun, fenomena ‘streaming effect’ dan adegan pertarungan Iko Uwais di rumah sakit yang viral di media sosial, berhasil menghidupkan kembali minat penonton terhadap Mile 22.
Mile 22: Data Produksi & Resepsi Awal
Mile 22 dirilis pada 17 Agustus 2018 di Amerika Serikat. Film bergenre action thriller dengan rating R ini disutradarai oleh Peter Berg, yang telah empat kali berkolaborasi dengan Mark Wahlberg. Selain Wahlberg (sebagai James Silva) dan Iko Uwais (sebagai Li Noor), film ini juga menampilkan John Malkovich (Bishop), Lauren Cohan (Alice Kerr), dan Ronda Rousey (Sam Snow).
Dari anggaran produksi sebesar $35-60 juta, Mile 22 hanya meraup $66,3 juta secara global, dengan $37,4 juta di antaranya berasal dari domestik. Angka ini dianggap sebagai keberhasilan yang sederhana, namun tetap tidak memenuhi ekspektasi STX Entertainment. Kritikus mengeluhkan plot yang tidak koheren, penggunaan kamera goyang yang berlebihan, dan akhir cerita yang membingungkan, tercermin dari rating Metacritic 38 dan CinemaScore B-.
Alasan Viral Kembali di Tahun 2026
Gelombang popularitas Mile 22 pada 2026 terutama didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah ‘streaming effect’. Film ini masuk dalam daftar Top 10 di Paramount+ untuk kategori action thriller, dengan algoritma platform yang menyambungkan penonton ke film serupa seperti One Mile Chapter Two. Selain itu, adegan pertarungan Iko Uwais di koridor rumah sakit, yang menampilkan koreografi ala film The Raid, menjadi sangat viral di TikTok dan Reels. Adegan 1 lawan 12 berdurasi delapan menit ini, yang disyuting dalam satu take 45 detik tanpa potongan, telah ditonton 2,3 juta kali di media sosial, memicu komentar seperti “This is why I watch”.
Meski memiliki rating rendah dari kritikus, Mile 22 dinilai ‘layak tonton’ bagi penggemar aksi murni. “Film ini banyak dikeluhkan karena aksi tanpa banyak cerita, yang mungkin menjadikannya tontonan Netflix yang sempurna bagi pecinta action-thriller,” tulis ScreenRant. Ini menawarkan semua aksi yang dibutuhkan, tanpa perlu memikirkan plot yang rumit.
Penjelasan Ending: Twist Triple Agent Li Noor
Salah satu elemen paling mengejutkan dari Mile 22 adalah akhir ceritanya yang penuh liku. Setelah tim Overwatch pimpinan Silva berhasil mengamankan Li Noor melalui 22 mil pertempuran berdarah, Li akhirnya berhasil naik pesawat bersama hard drive berisi informasi cesium. Namun, setelah Alice membuka hard drive tersebut di pesawat, isinya bukanlah data cesium seperti yang diharapkan. Melainkan, hard drive itu berisi foto-foto keluarga tim Overwatch, lokasi safe house mereka, dan bahkan foto pacar baru Alice. Li Noor ternyata telah menghafal semua informasi tersebut.
Li Noor adalah seorang agen rangkap tiga alias triple agent untuk Rusia. Ia sengaja membocorkan informasi cesium palsu untuk memancing CIA membawanya ke pesawat. Setelah di pesawat, ia membunuh pilot dan melompat dengan parasut. Hard drive asli yang berisi data sensitif sebenarnya sudah dikirim ke Rusia. Silva, yang menyaksikan rekaman Li memeluk seorang jenderal Rusia di markas CIA, menyadari bahwa mereka telah diremehkan. Adegan ini diakhiri dengan tulisan “Overwatch akan balas dendam”, yang menjadi pemicu potensial untuk sekuel Mile 23.
Nasib Sekuel Mile 23 yang Tak Kunjung Ada
Gagasan untuk sekuel Mile 23 sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Mile 22 dirilis. Pada Mei 2018, STX Films dan The Hollywood Reporter mengumumkan bahwa sekuel Mile 22 sudah dalam tahap pengembangan, dengan Umair Aleem (penulis Extraction dan Kate) dipekerjakan untuk menulis naskahnya. Peter Berg bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk membuat trilogi dan VR spin-off.
Namun, setelah Mile 22 gagal di box office dan menerima rating rendah, rencana sekuel tersebut meredup. Sejak 2024 hingga 2026, ScreenRant secara konsisten melaporkan bahwa sekuel Mile 22 kemungkinan besar tidak akan terjadi. Penyebab pembatalan ini antara lain kebangkrutan sebagian STX Entertainment pada 2020, nilai kekayaan intelektual Mile 22 yang dianggap kurang berharga, serta jadwal padat para pemain utama seperti Iko Uwais dan Ronda Rousey. Mark Wahlberg sendiri telah mengalihkan fokusnya ke proyek lain seperti The Family Plan dan Uncharted.
Peluang Kecil Kebangkitan Mile 23 di Netflix
Meski demikian, popularitas Mile 22 yang kembali viral di Netflix pada 2026 memunculkan secercah harapan kecil. Banyak penggemar mulai menandai akun Netflix di media sosial, meminta agar platform tersebut mengambil alih hak cipta dan memberi lampu hijau untuk sekuel. Fenomena serupa pernah terjadi pada film Extraction yang dibintangi Chris Hemsworth, yang awalnya kurang sukses di bioskop namun menjadi waralaba besar di Netflix. Peluang kebangkitan Mile 23 diperkirakan sekitar 15%, mengingat Peter Berg pernah menyatakan minatnya untuk melanjutkan proyek tersebut.
Bagi penonton di Indonesia yang ingin menyaksikan kembali aksi Mark Wahlberg dan Iko Uwais, Mile 22 tersedia di Netflix Indonesia dengan pilihan dubbing dan subtitle. Film ini juga dapat ditonton di Paramount+ dalam versi uncut, atau disewa di Prime Video dengan biaya sekitar Rp 25.000.
Fakta unik seputar film ini, nama negara fiktif Indocarr diambil dari kombinasi ‘Indonesia’ dan ‘Carr’ (nama produser), serta Iko Uwais menggunakan dialog bahasa Indonesia asli. Mark Wahlberg juga melakukan monolog pembuka improvisasi selama empat menit. Film ini adalah proyek aksi kedua Ronda Rousey setelah Furious 7, di mana ia mengalami cedera lutut saat syuting.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.