Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pesawat AU Nigeria Jatuh 5 Oktober 2026 ATR-42 32 Penumpang Tewas di Igbokoda

Pesawat AU Nigeria Jatuh 5 Oktober 2026 ATR-42 32 Penumpang Tewas di Igbokoda
Pesawat AU Nigeria Jatuh 5 Oktober 2026 ATR-42 32 Penumpang Tewas di Igbokoda. Credit: JournalArta

ABUJA, JOURNALARTA.COM – Sebuah pesawat patroli maritim ATR-42 500 milik Angkatan Udara Nigeria (NAF931) jatuh di dekat Pangkalan Angkatan Laut di Igbokoda, Ilaje, Negara Bagian Ondo, pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 09.13 pagi waktu setempat. Kecelakaan tragis ini menewaskan seluruh 32 orang di dalamnya, terdiri dari 25 penumpang dan 7 awak. Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Peristiwa ini menjadi kecelakaan paling mematikan yang melibatkan pesawat militer Nigeria sejak tahun 2012. Insiden terjadi saat pesawat dalam misi rutin dari Benin City, Edo State, menuju Pangkalan Udara Murtala Muhammed International Airport di Lagos.

Kronologi Hilang Kontak dan Upaya SAR

Pesawat ATR-42 500 Maritime Patrol Aircraft dengan nomor registrasi NGR 931 / NAF931, pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 09.13 pagi, kehilangan kontak dengan Air Traffic Control (ATC). Menteri Penerbangan dan Dirgantara Nigeria, Festus Keyamo, menyatakan melalui akun X (Twitter) bahwa ATC telah berulang kali mencoba menghubungi pesawat tanpa respons.

Tak lama setelah hilang kontak, laporan masuk mengenai jatuhnya pesawat di wilayah pesisir rawa dan sungai di barat daya Nigeria, tepatnya dekat Pangkalan Angkatan Laut di Igbokoda, Ilaje Local Government Area, Ondo State. Juru bicara Angkatan Udara Nigeria, Air Commodore Ehimen Ejodame, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebutkan operasi pencarian serta penyelamatan segera diaktifkan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Angkatan Udara Nigeria, polisi, warga lokal, badan penanggulangan bencana, dan Kementerian Penerbangan langsung dikerahkan. Bangkai pesawat telah ditemukan di lokasi kejadian, dan tidak ada korban selamat.

Detail Pesawat dan Korban

Pesawat yang jatuh adalah jenis ATR-42 500 Maritime Patrol / Surveillance, bagian dari 107 Air Maritime Group Angkatan Udara Nigeria. Pesawat ini memiliki nomor ekor NGR 931 / NAF931 dan berusia 18 tahun, dibeli bekas untuk keperluan patroli laut dan intelijen, pengawasan, serta pengintaian (ISR). Kecelakaan ini merupakan yang paling mematikan bagi Angkatan Udara Nigeria sejak tragedi Dana Air Flight 0992 pada tahun 2012 yang menewaskan 159 orang.

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya pesawat belum diumumkan secara resmi. Nigerian Safety Investigation Bureau (NSIB) telah menyatakan kesiapan mereka untuk membantu investigasi jika diminta, meskipun pesawat militer berada di luar yurisdiksi penerbangan sipil. Kepala Staf Angkatan Udara, Air Marshal Sunday Kelvin Aneke, diharapkan menerima kerja sama penuh dari NSIB.

Tindakan Pemerintah dan Latar Belakang

Menanggapi tragedi ini, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu telah menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari. Selama periode ini, bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh Nigeria dan kantor perwakilan di luar negeri. Presiden juga memerintahkan investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab kecelakaan, serta menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Nama-nama korban belum dirilis ke publik menunggu pemberitahuan resmi kepada keluarga masing-masing.

Menteri Keyamo menegaskan bahwa Kementerian Penerbangan akan memberikan dukungan penuh dalam proses SAR, meskipun insiden ini melibatkan pesawat militer.

Pesawat ATR-42 500 adalah pesawat turboprop buatan Prancis-Italia yang dirancang khusus untuk patroli maritim. Versi ini digunakan Angkatan Udara Nigeria untuk mengawasi perbatasan laut dari penyelundupan dan pembajakan, serta untuk misi pengintaian dan pengangkutan personel militer. Nigeria mengoperasikan beberapa unit pesawat jenis ini melalui 107 Air Maritime Group yang berbasis di Benin.

Tragedi ini menambah panjang daftar kecelakaan pesawat militer di Nigeria. Sebelumnya, pada tahun 2021, sebuah Beechcraft King Air 350 jatuh di Abuja menewaskan 7 orang, dan sebuah Alpha Jet jatuh di Borno pada tahun yang sama. Insiden ATR-42 NAF931 menjadi yang terbesar dalam daftar tersebut.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda