SURABAYA — League Cup menjadi kesempatan bagi pemain muda Persebaya untuk mendekati tim senior, tetapi tempat itu harus mereka rebut lewat kerja keras. Pelatih Persebaya, Coach Tavares, tetap memasang target menang saat Green Force menghadapi PSBS Biak dan Kendal Tornado FC di Grup G League Cup 2026/27.
Hasil undian grup diumumkan I.League di Jakarta, Rabu (7/10). Persebaya akan menghadapi dua lawan dengan motivasi dan tantangan berbeda, sementara turnamen juga memberi ruang bagi talenta akademi untuk merasakan persaingan bersama skuad senior.
League Cup jadi ujian serius bagi Persebaya
Tavares menilai kedua pertandingan layak dipersiapkan dengan serius. PSBS Biak musim lalu bermain di Super League, sedangkan Kendal Tornado FC sedang berjuang untuk promosi ke kompetisi itu.
“Kami akan menghadapi PSBS Biak, tim yang musim lalu bermain di Super League, serta Kendal Tornado FC yang sedang berjuang untuk promosi ke Super League. Kedua pertandingan ini tentu akan menarik. Lawan-lawan kami juga pasti memiliki motivasi tinggi ketika menghadapi Persebaya,” ujar Coach Tavares.
Pernyataan itu menempatkan respek sebagai bagian penting dari persiapan. Persebaya tidak bisa menganggap remeh lawan hanya karena berstatus tim yang berbeda jalur kompetisi. Setiap laga menuntut kesiapan, terutama ketika kedua tim lawan sama-sama punya alasan kuat untuk tampil maksimal.
Namun, sikap hati-hati bukan berarti Green Force menurunkan target. Tavares menyebut timnya ingin memenangkan kedua pertandingan dan mengamankan tiket ke babak berikutnya.
“Target kami jelas, berusaha memenangkan dua pertandingan tersebut dan memastikan lolos ke babak berikutnya,” tegasnya.
Ambisi Persebaya, kesempatan pemain muda
League Cup juga punya arti bagi pembinaan skuad. Pemain Elite Pro Academy (EPA) berpeluang mendapat pengalaman bersama tim senior, setelah sepanjang musim ini beberapa pemain muda rutin berlatih bersama tim utama.
“Piala Liga juga bisa menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda EPA untuk mendapatkan pengalaman bersama tim senior. Sepanjang musim ini, kami sudah rutin memberikan kesempatan kepada beberapa pemain muda untuk berlatih bersama tim senior,” tutur pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Kesempatan itu bisa berdampak langsung pada persaingan di dalam skuad. Pemain akademi mendapat jalur untuk menunjukkan kemampuannya di lingkungan tim senior, sementara Persebaya dapat melihat kesiapan mereka dalam situasi kompetitif. Namun, peluang bukan jaminan tempat bermain.
Regulasi League Cup yang hanya memperbolehkan tiga pemain asing tampil membuka ruang lebih besar bagi pemain lokal. Bagi jebolan akademi, kebijakan ini membuat persaingan untuk mendapat menit bermain semakin terbuka. Mereka tetap harus bersaing lewat performa, bukan semata-mata karena berasal dari akademi.
Tavares menegaskan ukuran utamanya ada pada latihan. Pemain muda perlu membuktikan kualitas, etos kerja, dan konsistensi sebelum mendapat kesempatan. Pesan itu menjaga ambisi turnamen tetap berjalan beriringan dengan tuntutan pembinaan.
“Situasi tersebut bisa menjadi peluang bagi pemain-pemain dari akademi untuk mendapatkan kesempatan. Namun, mereka juga harus menunjukkan dalam latihan bahwa mereka layak mendapatkannya,” tutup Coach Tavares.
Dengan tiga pemain asing sebagai batas tampil, ruang untuk pemain lokal—termasuk talenta EPA—menjadi bagian nyata dari persaingan League Cup Persebaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.