JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT Gaji kembali digulirkan pemerintah pada kuartal IV 2026. Sebanyak 13,3 juta pekerja akan menerima total Rp900.000, cair sekaligus. Namun, per 2 Oktober 2026, banyak calon penerima bingung karena tautan resmi Kemnaker masih menampilkan data BSU 2025.
Pemerintah telah mengumumkan BSU ini sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi sebesar Rp31 triliun, yang juga mencakup bansos beras. Anggaran khusus untuk BSU mencapai hampir Rp12 triliun. Tujuannya adalah menjaga daya beli pekerja dengan gaji rendah di tengah dinamika ekonomi.
Skema dan Target BSU Rp900 Ribu
BSU yang akan cair di kuartal IV 2026 ini memiliki skema Rp300.000 per bulan untuk Oktober, November, dan Desember, sehingga totalnya Rp900.000. Angka ini berbeda dari BSU 2025 yang sebesar Rp600.000 (Rp300.000 x 2 bulan) untuk 17 juta pekerja.
Perbedaan lainnya terletak pada syarat. BSU 2025 mensyaratkan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 30 April 2025, gaji maksimal Rp3,5 juta, serta bukan ASN, TNI, Polri, atau penerima PKH. Untuk BSU 2026, syarat resmi masih menunggu pengumuman Kemnaker, namun diprioritaskan untuk pekerja desil rendah, kemungkinan sinkronisasi dengan data DTSEN desil 1-4. Jadi, penerima PKH atau BPNT kemungkinan tidak akan menerima BSU lagi untuk menghindari tumpang tindih.
Waspada Data Lama: Laman bsu.kemnaker.go.id Belum Update
Kendala utama saat ini adalah laman resmi bsu.kemnaker.go.id masih menampilkan data BSU 2025. Hasil penelusuran pada 1 dan 2 Oktober 2026 menunjukkan bahwa jika Anda memeriksa NIK sekarang dan muncul “Tidak Terdaftar”, itu bukan berarti Anda tidak akan menerima BSU 2026. Data untuk tahun ini belum diperbarui. Sementara itu, laman bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id bahkan belum bisa diakses atau sedang dalam pengembangan, sebagai persiapan migrasi data 13,3 juta penerima baru.
Kemnaker mengingatkan, hasil pengecekan NIK per 1-2 Oktober 2026 belum bisa dijadikan acuan final untuk BSU 2026. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dan berhati-hati terhadap tautan palsu yang beredar di WhatsApp, Telegram, atau Facebook yang mengklaim pendaftaran BSU 2026 sudah dibuka. Semua informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal resmi Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.