Di kelas SUV Rp 400 jutaan, teknologi penggerak dan kenyamanan kabin menjadi pertimbangan penting. DFSK E5 Plus mengandalkan sistem plug-in hybrid (PHEV) dan membawa sejumlah fitur untuk menunjang perjalanan.
Dalam laporan Kompas.com, E5 Plus disebut disiapkan untuk bersaing di kelas tersebut. Mobil ini memadukan mesin bensin dengan baterai yang dapat diisi ulang, sementara bagian kabinnya dilengkapi layar besar, fitur kenyamanan, dan perangkat pendukung keselamatan.
Teknologi hybrid DFSK E5 Plus
Sistem PHEV pada E5 Plus menggunakan dua sumber tenaga untuk menggerakkan roda: mesin bensin dan baterai. Baterainya memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan baterai pada mobil hybrid biasa dan dapat dicas.
Perbedaan itu memungkinkan mobil menempuh jarak lebih jauh tanpa menggunakan bahan bakar, menurut penjelasan dalam bahan yang dilaporkan Kompas.com. Namun, sumber tidak mencantumkan kapasitas baterai, jarak tempuh listrik, ataupun konsumsi bahan bakar. Karena itu, angka-angka tersebut belum dapat menjadi dasar untuk membandingkan efisiensi E5 Plus dengan SUV lain.
Bagi calon pembeli, kemampuan mengisi daya menjadi bagian penting dari pengalaman memakai PHEV. Pilihan antara menggunakan tenaga baterai dan mesin bensin berkaitan dengan kebutuhan berkendara serta kesempatan mengisi ulang. Bahan yang tersedia belum merinci cara kerja perpindahan tenaga atau spesifikasi pengisian daya E5 Plus.
Layar besar menjadi pusat pengaturan
Di kabin depan, layar sentuh berukuran 15,6 inci menjadi pusat akses berbagai pengaturan. Pengemudi menggunakannya untuk memilih mode berkendara, mengatur AC, menjalankan hiburan, dan mengakses konektivitas ponsel pintar.
Di balik setir terdapat klaster instrumen digital berukuran 8,8 inci yang menyajikan informasi berkendara. Kombinasi layar tengah dan panel instrumen ini membuat beragam fungsi tampil secara digital. Pengaturan yang terpusat di layar juga berarti pengemudi perlu mengakses menu untuk menjalankan fungsi kendaraan yang disebutkan dalam laporan.
Untuk hiburan, E5 Plus memakai sistem audio premium dengan 13 speaker yang tersebar di kabin. Salah satu speaker berada di tengah dasbor, sementara speaker lain ditempatkan dekat sun visor. Ada pula layar tambahan di bagian tengah untuk dinikmati penumpang.
Sistem hiburan dapat terhubung ke Wi-Fi atau telepon pintar. Mobil ini juga menyediakan wireless charging pad berkekuatan 50W, SERA Voice Assistant untuk perintah suara, serta DFSK Connect. Layanan konektivitas itu memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan dioperasikan dari jarak jauh melalui ponsel pintar.
Fitur kabin untuk perjalanan harian
Pengaturan jok elektrik tersedia bagi pengemudi dan penumpang di baris pertama maupun kedua. Jok tersebut dilengkapi fitur pendingin atau ventilated seat. Di bagian atap, panoramic sunroof berukuran besar memberi kesan kabin lebih lapang.
Perangkat lainnya menyasar kebutuhan praktis selama perjalanan. Cooler box di konsol tengah disediakan untuk menyimpan minuman dingin. Sistem pemurnian udara memakai filter PM 2.5 dan ion generator, sedangkan electric tailgate membantu membuka dan menutup bagasi belakang.
Kelimpahan fitur memberi gambaran tentang pendekatan E5 Plus: bukan hanya menawarkan penggerak PHEV, tetapi juga menghadirkan beragam fungsi yang langsung digunakan di kabin. Bagi konsumen, daftar fitur ini dapat menjadi bahan untuk menilai kenyamanan dan kepraktisan, sementara kecocokan mobil tetap bergantung pada spesifikasi lengkap serta kebutuhan penggunaan.
Laporan Kompas.com yang menjadi sumber informasi ini belum memuat harga pasti, rincian varian, kapasitas baterai, maupun jadwal penjualan. Informasi tersebut masih diperlukan untuk menilai posisi E5 Plus secara lebih utuh di kelas SUV Rp 400 jutaan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.