Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Telkom Bantu Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai NTT

Telkom Bantu Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai NTT
Telkom Bantu Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai NTT

MANGGARAI — Pemulihan belajar anak-anak terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mendapat dukungan melalui pendampingan bagi guru dan siswa. Telkom Indonesia menjalankan kegiatan itu di SDN Reo 1 dan SDN Reo 2 untuk membantu menghadirkan kembali ruang belajar yang aman dan suportif.

Program tersebut mencakup pelatihan bagi 30 guru dan pendampingan untuk 150 siswa. Telkom mengemas kegiatan siswa lewat permainan, aktivitas kreatif, interaksi kelompok, serta pengenalan teknologi digital.

Guru didampingi memahami kondisi emosional siswa

Pelatihan guru menggunakan pendekatan Training of Trainers (ToT). Materinya tidak hanya membahas pendampingan pembelajaran, tetapi juga cara mengenali dan merespons kondisi emosional siswa setelah bencana.

Guru juga mendapat pembekalan untuk menjaga kondisi emosional mereka sendiri selama mendampingi anak-anak. Peran guru dalam situasi pascabencana tidak berhenti pada penyampaian materi. Mereka turut berhadapan dengan kebutuhan siswa yang mungkin memerlukan ruang aman untuk kembali berinteraksi dan belajar.

Dalam keterangan yang dimuat JPNN.com, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto mengatakan pemulihan pascabencana memerlukan dukungan menyeluruh. Ia menekankan perlunya kapasitas guru yang memadai serta ruang aman bagi anak-anak untuk memulihkan kondisi emosional mereka.

Pendampingan siswa dirancang untuk membangun semangat belajar

Telkom mendampingi 150 siswa melalui kegiatan yang mendorong mereka kembali berinteraksi dan membangun semangat belajar. Permainan dan aktivitas kelompok memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat bersama teman-temannya, sementara kegiatan kreatif menyediakan cara lain untuk mengekspresikan diri.

Pengenalan teknologi digital juga menjadi bagian dari kegiatan. Sumber tidak merinci perangkat atau materi digital yang digunakan. Namun, program itu menempatkan teknologi sebagai salah satu unsur dalam suasana belajar yang dibuat menyenangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak pascabencana.

Dampaknya bagi sekolah bukan sekadar tersedianya kegiatan tambahan. Ketika guru dibekali untuk mendampingi kondisi emosional siswa dan anak memperoleh ruang untuk kembali beraktivitas, proses belajar dapat berjalan dengan lebih memperhatikan kebutuhan pemulihan mereka. Pendekatan ini juga mengakui bahwa pengalaman bencana bisa memengaruhi kesiapan anak mengikuti pembelajaran.

Kegiatan di SDN Reo 1 dan SDN Reo 2 menghubungkan dukungan kepada guru dengan pendampingan langsung bagi siswa. Telkom menyatakan program tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak-anak terdampak gempa.

Hery Susanto menyebut pemulihan membutuhkan guru yang memiliki kapasitas memadai dan anak-anak yang mendapat ruang aman untuk memulihkan kondisi emosionalnya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 8 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online