Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

AI di Nokia 110 4G: Ponsel Fitur Bisa Jalankan Agen

AI di Nokia 110 berjalan pada ponsel fitur di meja kerja
Prototipe aplikasi chat AI berjalan pada Nokia 110 4G setelah dimuat ke RAM dari komputer. (Ilustrasi: AI)

AI di Nokia 110 4G kini dapat menerima perintah lewat tombol angka dan memakai fungsi bawaan ponsel. Prototipe ini dibuat dengan merekayasa balik firmware, lalu menjalankan aplikasi obrolan langsung di perangkat, bukan sekadar melalui browser.

Pembuatnya mengubah aplikasi Kalkulator menjadi antarmuka chat yang mengirim pesan ke API DeepSeek. Kode dimuat ke RAM dari komputer; setelah itu ponsel bisa dilepas dari kabel dan tetap terhubung lewat data seluler. Namun, aplikasi harus dimuat ulang setiap kali ponsel dimulai ulang atau dimatikan.

AI di Nokia 110 4G berjalan lewat aplikasi Kalkulator

Proyek ini berawal dari upaya menambahkan pencarian berbasis AI ke Opera Mini. Cara itu berfungsi sebagai jalan memutar melalui browser, tetapi tidak memungkinkan agen menggunakan kemampuan asli ponsel. Pembuatnya kemudian membidik aplikasi yang berjalan langsung di Nokia 110 4G.

Masalahnya, ponsel tersebut tidak menyediakan cara resmi untuk memasang aplikasi native. Pembuat proyek mempelajari firmware dan proses boot, lalu menjalankan kode khusus melalui pintu masuk aplikasi Kalkulator. Pendekatan ini memungkinkan pengujian tanpa memasang firmware modifikasi secara permanen.

Codex dari OpenAI membantu proses pembuatan aplikasi, yang kemudian diuji pada perangkat fisik. Aplikasi menerima pertanyaan yang diketik lewat keypad numerik dan meneruskannya ke layanan DeepSeek. Respons AI lalu diproses agar agen dapat memanggil fungsi yang tersedia di ponsel.

Koneksi data saja ternyata belum cukup. Permintaan bisa terkirim, tetapi jawabannya belum tentu kembali ke aplikasi. Pembuatnya menelusuri callback respons dan alur firmware, menguji lebih dulu dengan satu pertanyaan tetap, lalu memastikan balasan muncul saat kabel USB sudah dicabut. Setelah tahap itu berhasil, ia menambahkan masukan pertanyaan melalui keypad.

Keterbatasan memori membentuk desain agen

Perangkat hanya memiliki memori 48MB. Karena itu, kode agen biasa terlalu besar untuk dijalankan. Pembuatnya menyusun agen khusus yang lebih sederhana, memakai versi program yang lebih kecil, memampatkan payload, dan menggunakan ulang buffer memori.

Antarmuka Kalkulator juga perlu diubah. Tata letak awal dirancang untuk angka, bukan teks, sehingga pembuatnya menyesuaikan tampilan dan pengelolaan tombol agar pengguna dapat mengetik pesan. Perubahan kecil pun sempat membuat ponsel memulai ulang. Setelah menelusuri firmware, ia menemukan bahwa perubahan warna menulis ke kolom gaya yang keliru, lalu memperbaikinya.

Setiap fitur diuji satu per satu. Hasilnya adalah prototipe yang dapat menghubungkan obrolan AI dengan fungsi ponsel, meski bahan sumber tidak merinci fungsi apa saja yang sudah berhasil dijalankan. Proyek ini belum menjadi aplikasi siap pasang: kode masih dimuat dari komputer ke RAM, dan instalasi permanen belum terpecahkan.

Bagi pengguna, eksperimen ini menunjukkan bahwa ponsel fitur lama dapat menjadi antarmuka untuk agen AI tanpa harus mengandalkan ponsel pintar. Namun, prototipe ini masih menuntut komputer untuk memuat ulang aplikasi setelah perangkat mati atau dimulai ulang. Batas memori juga membuat pengembangan harus sangat hemat sumber daya.

Pembuatnya belum mengunggah kode proyek karena data sensitif masih tersebar di dalamnya. Untuk sekarang, hasilnya baru berupa demonstrasi yang telah diuji pada Nokia 110 4G, bukan paket aplikasi yang dapat dipasang publik.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis