Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

John Herdman Bidik 2 Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia: Kami Membutuhkan Nomor 7 dan 11

Pemain diaspora Timnas Indonesia dibidik untuk memperkuat posisi sayap
John Herdman menyebut kecepatan di posisi sayap sebagai kebutuhan Timnas Indonesia. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kebutuhan Timnas Indonesia akan winger cepat bisa membuka jalan bagi dua pemain diaspora baru menjelang Piala Asia 2027. Pelatih John Herdman menyatakan sedang berupaya merekrut pemain dengan karakter dinamis, tetapi identitas mereka belum diumumkan dan prosesnya masih menghadapi tantangan.

Dalam wawancara dengan Liputan6, Herdman menekankan pentingnya kecepatan di posisi nomor 7 dan 11. Ia menilai pemain sayap dengan laju tinggi dibutuhkan agar Indonesia mampu bersaing di level internasional.

John Herdman mencari kecepatan di sayap

Herdman menyebut pemain yang dapat berlari 36 kilometer per jam atau lebih sebagai profil yang diperlukan untuk menghadapi persaingan dunia. Ia membandingkan kebutuhan itu dengan pengalaman saat menangani Kanada.

“Di Kanada, saya memiliki pemain dengan kecepatan berlari 37 km/jam yang alami dan luar biasa seperti Alphonso Davies, Tajon Buchanan, dan Jonathan David,” kata Herdman, dikutip dari YouTube Liputan6.

Ia lalu menegaskan kebutuhan skuad Indonesia di kedua sisi sayap. “Dan, kami membutuhkan kecepatan di posisi nomor 7 dan 11 di area sayap. Di level dunia, Anda perlu membutuhkan pemain yang memiliki kecepatan 36 km/jam atau lebih,” ujarnya.

Angka itu menggambarkan standar profil yang dibayangkan Herdman, bukan data kecepatan pemain Timnas Indonesia yang sudah ada. Pesannya jelas: ia ingin opsi yang mampu memberi ancaman lewat akselerasi dan pergerakan dinamis di area depan.

Nomor punggung bukan petunjuk identitas

Marselino Ferdinan saat ini dikenal mengenakan nomor punggung 7, sementara Ragnar Oratmangoen menggunakan nomor 11. Egy Maulana Vikri juga tercatat sebagai opsi di lini serang. Namun, Herdman berbicara tentang kebutuhan posisi dan karakter permainan, bukan menyebut bahwa pemain yang ada harus kehilangan tempatnya.

Winger yang cepat dapat membantu tim mengubah situasi saat merebut bola. Dalam transisi, pemain sayap bisa membawa serangan ke depan dan memaksa pertahanan lawan mundur. Kehadiran profil berbeda juga memberi pelatih pilihan taktik ketika tim membutuhkan lebar permainan atau serangan langsung.

Perubahan itu berpotensi penting bagi Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Tambahan pemain dengan karakter sesuai kebutuhan dapat memperluas persaingan di lini depan dan memberi Herdman lebih banyak pilihan saat menyusun komposisi tim. Namun, proses perekrutan diaspora memerlukan penyelesaian sejumlah tantangan yang belum dirinci dalam wawancara.

Julian Oerip dan Demiane Agustien masih sebatas spekulasi

Nama Julian Oerip dan Demiane Agustien ikut muncul dalam spekulasi setelah Herdman menyampaikan kebutuhannya. Keduanya disebut memiliki profil yang berpotensi cocok untuk sektor depan, tetapi belum ada konfirmasi bahwa mereka adalah dua pemain yang sedang didekati.

Herdman juga belum mengungkapkan identitas calon pemain diaspora tersebut. Ia hanya memastikan upaya perekrutan sedang berjalan. “Ada dua pemain diaspora yang sedang saya coba rekrut, dengan profil dan karakter yang dinamis, namun ada sejumlah tantangan dalam memprosesnya,” tegasnya.

Bagi pendukung, perkembangan ini memberi petunjuk tentang prioritas Herdman: menambah kecepatan di sisi lapangan, bukan sekadar mengejar nama atau nomor punggung tertentu. Sampai ada pengumuman resmi, Julian Oerip dan Demiane Agustien tetap berada di ranah spekulasi, sementara standar yang disebut pelatih itu adalah kecepatan 36 km/jam atau lebih.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda