Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS

SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS
SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS

Seluruh implementasi menggunakan sekitar 1.300 baris SQL yang dibagi ke dalam 89 blok kueri. Ada biaya tambahan dari pengelolaan tabel, tetapi Vogel melaporkan bahwa port baru ini tetap berjalan lebih cepat daripada DoomQL, versi sederhananya dari tahun lalu.

Di laptop dengan cip Ryzen 7 7840U, Vogel melaporkan performa sekitar 60 fps. Adegan yang ramai dapat menurunkannya menjadi 35 fps. Angka ini menunjukkan perbedaan antara hasil pada pengujian pengembang dan pengalaman bermain: beban visual tetap berpengaruh, sementara kinerja juga bergantung pada cara sistem mengelola data permainan.

Basis data sebagai demonstrasi, bukan mesin permainan baru

Nilai SQLDoom bagi industri lebih dekat ke demonstrasi teknis daripada tawaran pengganti mesin permainan. Pengembang biasanya memisahkan penyimpanan data dari proses menggambar dan memperbarui keadaan permainan. Vogel sengaja membalik pola itu untuk melihat seberapa jauh operasi basis data dapat mengambil alih pekerjaan tersebut.

Menurut Vogel, basis data menyimpan satu catatan keadaan permainan yang konsisten. Ia menilai pendekatan itu dapat menghindari pembaruan yang hanya diterapkan sebagian, bug fisika, atau perbedaan pendapat soal apakah roket benar-benar mengenai sasaran.

Klaim tersebut menjelaskan alasan teknis di balik eksperimennya, tetapi tidak berarti SQLDoom sudah menjadi solusi praktis bagi permainan komersial.

Proyek ini juga berfungsi sebagai demonstrasi CedarDB. The Register mencatat bahwa sistem basis data itu mengompilasi kueri kompleks menjadi kode mesin. Dengan begitu, SQLDoom sekaligus memperlihatkan bagaimana CedarDB menangani beban yang jauh berbeda dari pekerjaan basis data biasa.

Vogel menyebut proyek itu semula dimaksudkan sebagai demo teknologi. “Saya bermaksud membuatnya sebagai demo teknologi, tetapi rasanya seperti Doom yang sebenarnya, meski tidak berbagi satu baris kode pun dengan port Doom mana pun yang sudah ada,” ujarnya.

Mode multipemain tersedia secara daring

SQLDoom juga mendukung deathmatch. Server publik di Eropa dan Amerika Serikat tersedia untuk pertandingan daring, sedangkan pengguna dapat menjalankan kode GitHub secara lokal dengan CedarDB dan data WAD asli Doom.

Ulasan dari pihak yang mencoba demo daring menyebut performanya terasa lamban. Salah satu outlet menilai server, bukan port itu sendiri, mungkin menjadi penyebabnya. Perbedaan ini penting: hasil lokal yang dilaporkan Vogel tidak otomatis menggambarkan pengalaman bermain melalui server jarak jauh.

Bagi pembaca di Indonesia, proyek ini dapat dicoba lewat kode yang tersedia dan server daring, tetapi pengalaman multipemain bisa dipengaruhi lokasi server serta kondisi koneksi. Bahan sumber tidak merinci server di Indonesia, sehingga belum ada dasar untuk memastikan kualitas pertandingan dari sini.

Langkah berikutnya ada pada pengujian lebih luas: apakah pendekatan SQLDoom tetap terasa responsif ketika dimainkan melalui server publik, dan bagaimana CedarDB menangani adegan yang lebih berat. Untuk saat ini, Vogel sudah menunjukkan bahwa Doom dapat berjalan lewat kueri—meski ia sendiri mengakui gagasan itu bukan cara yang lazim untuk membuat permainan.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis