CILEGON — Gas air mata yang ditembakkan saat simulasi pengendalian massa Polres Cilegon terbawa angin ke lingkungan sekolah dan membuat 19 siswa SMP-SMK Madinatul Hadid harus menjalani pemeriksaan medis. Polres Cilegon menyampaikan permohonan maaf serta menanggung biaya pemeriksaan dan pengobatan para siswa.
Peristiwa itu terjadi ketika polisi berlatih di halaman Mapolres Cilegon. Menurut Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Imam Maryono, gas air mata dalam simulasi tersebut terbawa angin hingga mencapai area sekolah.
Sejumlah siswa mengeluhkan mata perih, pusing, hingga sesak napas. Seluruh korban dibawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.
Gas air mata Cilegon mencapai lingkungan sekolah
Imam mengatakan, latihan yang berlangsung merupakan simulasi penanganan demonstrasi. Paparan terhadap siswa terjadi karena arah angin membawa gas dari halaman Mapolres menuju lingkungan sekolah.
“Sejumlah siswa mengalami keluhan berupa mata perih, pusing, hingga sesak napas dan harus mendapatkan pemeriksaan medis,” kata Imam, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Begitu mengetahui ada siswa terdampak, jajaran Polres Cilegon membantu membawa mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 19 siswa menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), RS Hermina, RS Kurnia, Eka Hospital, puskesmas, serta layanan kedokteran dan kesehatan (Dokkes) Polres Cilegon.
Informasi yang disampaikan kepolisian menyebut seluruh korban mendapat pemeriksaan. Bahan sumber tidak merinci kondisi masing-masing siswa setelah menjalani pemeriksaan, sehingga tidak ada keterangan lebih jauh mengenai lama perawatan atau tindak lanjut medis mereka.
Biaya pengobatan ditanggung Polres Cilegon
Polres Cilegon menyampaikan permohonan maaf kepada siswa dan pihak sekolah yang terdampak. Kepolisian juga memastikan biaya pemeriksaan serta pengobatan ditanggung oleh Polres Cilegon.
“Polres Cilegon juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan pihak sekolah yang terdampak. Selain memfasilitasi penanganan medis, kepolisian memastikan seluruh biaya pemeriksaan dan pengobatan menjadi tanggungan Polres Cilegon,” ujar Imam.
Bagi keluarga siswa, kepastian penanganan medis dan pembiayaan menjadi informasi langsung yang penting setelah paparan terjadi. Namun, kejadian ini juga memperlihatkan risiko latihan pengendalian massa ketika area sekolah berada dalam jangkauan bahan yang terbawa angin. Simulasi yang berlangsung di halaman kepolisian berdampak ke lingkungan pendidikan di sekitarnya.
Keterangan yang tersedia belum menjelaskan apakah Polres Cilegon akan mengubah tata cara atau lokasi latihan setelah insiden ini. Untuk saat ini, langkah yang disampaikan kepolisian adalah membawa siswa ke fasilitas kesehatan, memfasilitasi pemeriksaan dan pengobatan, serta menanggung biayanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.