Kabar duka kembali datang dari keluarga Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Reniyanti Hoegeng, putri sulung sang mantan kapolri legendaris, meninggal dunia pada Selasa, 8 September 2026, pukul 00.44 WIB di usia 78 tahun.
Kabar ini menambah duka keluarga Hoegeng yang baru beberapa bulan sebelumnya kehilangan Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng, yang wafat pada 3 Februari 2026 di usia 100 tahun. Dua kehilangan dalam satu tahun. Berat.
Reniyanti wafat di rumah sakit, jenazah disemayamkan di Depok
Berdasarkan informasi yang diterima, Reniyanti meninggal di Eka Hospital. Setelah itu, jenazah dibawa untuk disemayamkan di Pesona Khayangan. Prosesi terakhir juga sudah disiapkan keluarga. Jenazah Reniyanti akan diberangkatkan ba’da Dzuhur menuju Pemakaman Giri Tama Tonjong, Bogor.
Nama Hoegeng masih lekat di ingatan publik, terutama di lingkungan kepolisian. Sosoknya dikenal sebagai figur integritas. Karena itu, kabar duka dari keluarga ini cepat menyita perhatian, terlebih Reniyanti adalah anak pertama dari pasangan Hoegeng dan Meriyati.
Ruang duka pun kembali terbuka. Bagi keluarga besar Hoegeng, hari ini bukan cuma soal kehilangan seorang anak, melainkan juga babak lain dari perjalanan panjang keluarga yang selama ini kerap diingat publik lewat nama sang jenderal jujur.
Jejak duka keluarga yang belum lama berulang
Sebelum kabar Reniyanti, publik lebih dulu berduka atas wafatnya Meriyati Hoegeng. Saat itu, Meriyati tutup usia setelah dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, dan jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka kawasan Mekarjaya, Depok. Pemakaman dijadwalkan di Giritama, Desa Tonjong, Bogor, setelah Dzuhur.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat melayat ke rumah duka Meriyati pada Februari lalu. Ia menyampaikan duka mendalam dan mengenang pesan Eyang Meri agar Polri terus menjaga institusi sesuai teladan Hoegeng Iman Santoso. “Beliau selalu menyampaikan pesan,” ujar Sigit kala itu, merujuk pada nasihat yang kerap diterimanya dari Meriyati.
Pesan itu kini terdengar makin jauh, tapi jejaknya masih tinggal. Bagi keluarga dan lingkungan Polri, nama Hoegeng memang tak sekadar catatan sejarah. Ada warisan moral yang terus dijaga. Dan hari ini, warisan itu kembali diuji oleh duka.
Hoegeng, keluarga, dan ingatan publik
Hoegeng Iman Santoso telah lama dipandang sebagai simbol polisi jujur. Karena itu, setiap kabar dari keluarganya kerap ikut menyedot perhatian, bukan semata karena status keluarga, tetapi karena nama besar yang melekat padanya. Reniyanti, sebagai putri sulung, berada di lingkar terdekat dari sejarah itu.
Kini keluarga bersiap melepas kepergian Reniyanti ke tempat peristirahatan terakhir di Giri Tama Tonjong, Bogor. Jadwal keberangkatan setelah Dzuhur menjadi penanda bahwa prosesi pemakaman berjalan dalam waktu dekat. Satu keluarga besar kembali berkumpul dalam suasana kehilangan. Dan sekali lagi, nama Hoegeng hadir bukan lewat penghargaan, melainkan kabar duka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.