Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kapolri Ungkap Super Apps Polri, Layanan 110 Kini Respons Maksimal 10 Detik

Kapolri Ungkap Super Apps Polri, Layanan 110 Kini Respons Maksimal 10 Detik
Foto: kevin yung/Pexels

BOGOR — Transformasi digital di tubuh institusi kepolisian kini mulai menyentuh lini pelayanan masyarakat paling krusial. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa inovasi Super Apps Polri dan optimalisasi layanan panggilan darurat 110 menjadi ujung tombak percepatan respons kepolisian bagi warga di seluruh Indonesia.
Digitalisasi bukan lagi sekadar wacana. Polri kini menerapkan standar ketat bagi personelnya untuk merespons setiap aduan melalui 110 dalam durasi maksimal 10 detik. Langkah ini diambil untuk menekan waktu tunggu saat masyarakat benar-benar membutuhkan bantuan di lapangan. Bayangkan, saat situasi darurat terjadi, durasi 10 detik adalah batas toleransi krusial untuk memastikan bantuan segera bergerak ke lokasi. Respons cepat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan nyawa atau aset warga yang dipertaruhkan.

Integrasi Digital dalam Satu Genggaman

Pemanfaatan teknologi melalui Super Apps Polri hadir untuk memangkas birokrasi yang selama ini dianggap menyita waktu. Warga tidak perlu lagi datang fisik ke kantor polisi hanya untuk urusan administrasi dasar. Layanan seperti perpanjangan SIM dan STNK kini dapat diakses secara daring melalui aplikasi tersebut. Bahkan, pengurusan SKCK yang dulu identik dengan antrean panjang kini bisa diselesaikan dari rumah.
Kemudahan ini adalah bentuk nyata transformasi pelayanan publik. Polisi ingin memastikan bahwa akses terhadap hak-hak warga tidak terhambat oleh hambatan administratif. Integrasi live chat dalam aplikasi tersebut juga memungkinkan masyarakat terhubung dengan operator 110 tanpa perlu melakukan panggilan suara konvensional. Fitur ini krusial bagi warga dalam situasi genting di mana mereka tidak memungkinkan untuk berbicara keras melalui telepon.

Memperkuat Respons di Seluruh Wilayah

Layanan darurat 110 telah menjangkau 34 Polda dan 508 Polres di seluruh tanah air. Infrastruktur ini dirancang untuk menciptakan respons cepat yang merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja. Konsistensi waktu respons selama 10 detik menjadi tolok ukur efektivitas di tiap daerah.
“Optimalisasi layanan 110 senantiasa dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Jenderal Sigit saat sambutan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor, Rabu (1/7/2026). Ia menambahkan bahwa digitalisasi ini juga merambah sektor pengawasan internal. Melalui Dumas Presisi dan Whistle Blowing System, masyarakat dapat ikut memantau kinerja kepolisian secara transparan. Sistem ini memberi ruang bagi warga untuk memberikan umpan balik langsung jika menemukan pelanggaran di lapangan. Keterbukaan data dan pelaporan menjadi kunci utama dalam memperbaiki citra institusi.
Data menunjukkan bahwa sejak integrasi sistem ini dilakukan, angka aduan yang tertangani secara langsung mengalami peningkatan signifikan. Waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai hitungan menit, kini dipangkas drastis berkat sistem routing panggilan otomatis ke kantor polisi sektor terdekat.

Pentingnya Pendekatan Humanis

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda