Elena Rybakina masih berjalan di jalur yang dijagokan menuju US Open 2026, meski masalah pergelangan kaki sempat memaksanya berhenti di Cincinnati Open pada 20 Agustus lalu. Petenis peringkat dua dunia itu kini mengaku pemulihan cedera kakinya bergerak sesuai rencana, dan target tampil di Flushing Meadows masih terbuka lebar.
Bagi Rybakina, ini soal waktu dan rasa aman. Ia ingin turun ke lapangan hanya ketika kondisi tubuhnya benar-benar siap. Berat. Tapi itu pilihan yang ia pegang ketat menjelang Grand Slam terakhir tahun ini.
Pemulihan berjalan, keputusan latihan dikunci harian
Dalam pernyataannya di Flushing Meadows pada Sabtu, Rybakina menegaskan timnya memantau beban latihan dari hari ke hari, mulai dari volume sesi hingga jenis latihan yang ia jalani. Ia juga menyinggung perlunya menyiapkan skenario terburuk sejak awal, agar proses pemulihan tidak melenceng. “Saya cukup yakin dengan keputusan yang kami buat setiap hari,” ujarnya.
Petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu bahkan menyebut beberapa hari ke depan akan jadi penentu kecil yang penting. Ia sempat merasakan nyeri saat berjalan pada fase awal cedera, namun kini situasinya membaik. “Sejauh ini semuanya berjalan dengan sangat baik,” katanya. Nada bicaranya tenang. Tidak panik.
Cedera itu datang setelah ia mundur di set pertama perempat final Cincinnati Open melawan Iga Swiatek. Dari situ, jadwalnya langsung bergeser ke pemulihan. Bukan yang ideal. Tapi Rybakina tampak enggan memaksakan diri demi sekadar hadir di turnamen besar.
Rekam jejak kuat, tekanan ikut naik
Nama Rybakina tetap besar di kalender tenis putri 2026. Ia datang ke fase akhir musim dengan modal juara Australian Open 2026, gelar Grand Slam kedua dalam kariernya setelah Wimbledon 2022. Kemenangan di Melbourne bahkan mengangkat posisinya ke jajaran tiga besar dunia, sebelum kemudian ia kembali naik-turun menghadapi padatnya tur WTA.
Musim ini juga menunjukkan sisi lain dari perjalanannya. Pada April, Rybakina tersingkir mengejutkan dari Madrid Open setelah kalah dari Anastasia Potapova. Lalu pada Juni, ia kembali ditumbangkan Alexandra Eala di Berlin Open. Tapi di Stuttgart, ia bangkit dan merebut gelar Porsche Tennis Grand Prix 2026 setelah menundukkan Karolina Muchova. Padat. Naik turun. Begitu ritmenya.
US Open jadi ujian berikutnya
Rybakina tak mau buru-buru. Ia menegaskan hanya akan melangkah ke lapangan ketika merasa 100 persen fit. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya ada taruhannya jelas: jika memaksakan diri, risiko kambuh bisa mengganggu sisa musimnya. Jika menunggu, ia tetap punya peluang besar tampil utuh di New York.
Di sisi lain, statusnya sebagai petenis nomor dua dunia membuat setiap kabar soal kebugaran langsung menyedot perhatian. Apalagi ia baru saja melalui musim yang penuh sorotan, dari titel besar sampai cedera yang datang di momen sensitif. US Open kini menunggu jawaban paling penting: apakah tubuhnya sudah siap lagi untuk bertarung penuh di Grand Slam terakhir tahun ini. Rybakina sendiri sudah memberi sinyal ke sana. Tinggal beberapa hari lagi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.