Paulo Dybala kembali jadi pusat perhatian Roma. Di tengah pembicaraan perpanjangan kontraknya yang memasuki fase penting, penyerang Argentina itu memilih tidak menutup kemungkinan apa pun soal masa depan.
Kepastian baru memang belum diumumkan, tapi arah negosiasi mulai terlihat. Roma disebut terus berdialog dengan Dybala, sementara klub menempatkan perpanjangan kontrak sang pemain sebagai salah satu agenda utama dalam pembenahan tim jelang musim baru.
Roma Kejar Perpanjangan, D’Amico Masuk Peta
Di kubu Giallorossi, Tony D’Amico yang baru ditunjuk sebagai direktur olahraga disebut langsung memprioritaskan masa depan Dybala. Meski baru efektif bertugas pada 1 Juli, pengumuman penunjukan itu ikut mendorong percepatan sejumlah urusan yang masih menggantung, termasuk kontrak Gianluca Mancini dan Lorenzo Pellegrini. Nama Dybala jelas paling mencolok. Soalnya, masa kerja sang pemain memang sempat berada di ujung, dengan kontrak yang akan habis pada akhir Juni 2026.
Dorongan untuk mempertahankan Dybala juga datang dari Gian Piero Gasperini. Pelatih itu disebut secara langsung mendorong Roma dan Ryan Friedkin untuk mencari titik temu. Sinyalnya jelas: klub ingin mempertahankan pemain yang masih punya pengaruh besar di ruang ganti dan di lapangan. Pada saat bersamaan, pembicaraan antara kedua pihak terus berjalan. Belum final. Tapi belum juga buntu.
Jawaban Dybala: “Segala Kemungkinan Bisa Terjadi”
Dybala sendiri memilih berhati-hati saat ditanya soal langkah berikutnya. Kepada ESPN, ia menegaskan masih terikat kontrak dengan Roma sampai akhir bulan ini dan tak ingin membicarakan masa depan terlalu jauh sebagai bentuk hormat kepada klub. Kalimat yang paling kuat justru datang saat ia membuka ruang spekulasi. “Masa depan? Segala kemungkinan bisa terjadi,” ujarnya.
Ucapan itu langsung memicu tafsir. Wajar. Sebab di saat kontrak berjalan menuju tenggat, setiap pernyataan Dybala akan dibaca sebagai petunjuk. Namun kali ini, ia tidak memberi arah spesifik. Tak ada kode ke klub tertentu. Tak ada penegasan bakal bertahan atau pergi. Hanya satu garis tebal: semua opsi masih hidup.
Riwayat Cedera dan Minat dari Luar Italia
Situasi Dybala tak lepas dari riwayat kebugarannya yang sempat mengganggu musim lalu. Ia menjalani operasi lutut pada Maret dan menepi hampir empat bulan. Pada periode lain, pembengkakan di lututnya juga sempat menurun, tetapi staf medis Roma tetap memilih menahan langkah agar sang pemain tak buru-buru kembali. Klub ingin pemulihan penuh, bukan risiko kambuh.
Di luar Roma, minat terhadap Dybala juga datang dari Inggris dan bahkan Indonesia. Tottenham disebut mengincar peluang memboyongnya secara bebas transfer untuk proyek pembenahan tim, dengan kontrak jangka pendek sebagai skema yang dipertimbangkan. Sementara itu, rumor di tanah air sempat mengaitkannya dengan Persib Bandung, meski kabar itu masih sebatas spekulasi yang ramai dibicarakan. Di papan atas Eropa, nama Dybala tetap punya daya tarik. Dan kini, semuanya bergantung pada langkah Roma dan jawaban akhir sang pemain. Hingga saat ini, pembicaraan perpanjangan kontrak masih berlanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.