Pierre-Emerick Aubameyang kembali jadi pembicaraan setelah Marseille merampungkan perekrutannya secara bebas transfer pada Jumat, 1 Agustus 2025. Penyerang berusia 36 tahun itu pulang ke klub Prancis itu setelah memutus kontraknya dengan Al Qadsiah pada awal Juli.
Langkah ini langsung memberi efek besar bagi Marseille. Mereka mendapat penyerang berpengalaman tanpa biaya transfer, sementara Aubameyang sendiri kembali ke tempat yang pernah memberinya musim produktif. Pada periode pertamanya di Marseille, ia mencetak 30 gol dalam 51 laga di semua ajang pada musim 2023/2024.
Transfer yang sempat luput dari perhatian
Di bursa musim panas yang pecah rekor, banyak nama besar menguasai headline. Liverpool menggelontorkan dana besar untuk Florian Wirtz, Arsenal mendapat Viktor Gyokeres, dan Trent Alexander-Arnold mengarah ke Real Madrid. Di tengah hiruk-pikuk itu, perpindahan Aubameyang ke Marseille bergerak lebih senyap, meski nilainya tak kalah menarik dari sisi efisiensi.
Goal mencatat, musim panas ini Liga Primer sendiri sudah menembus pengeluaran lebih dari £2,5 miliar atau sekitar $3,4 miliar. Karena itu, transfer bebas Aubameyang terasa seperti bisnis cerdas. Bukan transfer yang meledak di papan skor bursa. Tapi dampaknya bisa nyata.
Aubameyang datang dengan modal yang masih kuat. Musim lalu, saat bermain untuk Al Qadsiah, ia membuat 21 gol dari 36 pertandingan. Angka itu menunjukkan sentuhannya belum padam, meski usianya sudah masuk 36 tahun.
Marseille dapat ujung tombak berpengalaman
Marseille memang butuh sosok seperti dia. Dalam musim keduanya di klub itu, Aubameyang pernah membuktikan diri sebagai mesin gol yang cepat beradaptasi dengan atmosfer Ligue 1. Situasi ini membuat publik Marseille tak perlu terlalu lama menunggu apakah reuni ini akan berhasil. Riwayatnya cukup bicara.
Karier Aubameyang juga tidak pendek. Ia memulai di AC Milan pada 2008, sempat dipinjamkan ke Dijon, Lille, dan Monaco, lalu naik ke Saint-Etienne pada 2011. Dari sana, namanya melesat ke Borussia Dortmund dengan catatan 98 gol dalam lima musim. Perjalanan itu berlanjut ke Arsenal, Chelsea, Barcelona, hingga Liga Arab Saudi bersama Al Qadsiah sebelum kembali ke Prancis.
Di Barcelona, Aubameyang juga sempat meninggalkan jejak khusus lewat performa apik dalam el clasico melawan Real Madrid. Sementara di Arsenal, ia pernah menyandang status topskor Liga Primer dengan 22 gol dan berbagi Sepatu Emas bersama Sadio Mane serta Mohamed Salah. Bagi pemain Gabon itu, pengakuan sebagai wakil Afrika di panggung Inggris juga menjadi bagian penting dari kariernya.
Arti reuni ini untuk Marseille
Bagi Marseille, transfer ini bukan sekadar menambah nama besar. Klub mendapat penyerang yang sudah paham tekanan laga besar dan tak asing dengan tuntutan gol. Untuk kompetisi yang ketat seperti Ligue 1, pengalaman semacam itu sering kali lebih berharga daripada hype.
Di saat bursa transfer masih menyisakan drama dan tenggat yang menekan, Marseille memilih jalur berbeda. Mereka membawa pulang pemain lama yang masih punya angka, reputasi, dan insting di kotak penalti. Dan angka paling segar datang dari musim lalu: 21 gol dari 36 laga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.