Perum LKBN ANTARA melatih mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers dari sejumlah universitas di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan materi teknik dasar penulisan berita standar kantor berita. Pelatihan yang digelar Jumat, 4 September 2026, itu masuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ANTARA tahun 2026.
Bagi kampus di Kendari, pelatihan ini bukan sekadar kelas singkat. ANTARA menempatkan mahasiswa pers sebagai calon jurnalis yang perlu dibekali sejak dini, sebelum mereka benar-benar masuk ke ruang redaksi. Di titik ini, standar penulisan jadi penting. Cepat saja tidak cukup.
Regenerasi jurnalistik jadi alasan utama
Kepala Biro ANTARA Sultra Zabur Karuru mengatakan kegiatan itu dirancang untuk mempersiapkan regenerasi di bidang jurnalistik. Ia menegaskan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya ANTARA menyiapkan insan pers masa depan.
“Ini salah satu usaha ANTARA untuk menciptakan regenerasi ke depannya, khususnya di bidang jurnalistik,” kata Zabur saat ditemui di Kendari, Jumat.
Menurut Zabur, ANTARA memilih UHO sebagai lokasi kegiatan karena kampus itu punya jumlah mahasiswa jurnalistik dan penggiat pers kampus yang cukup banyak. Pilihan lokasi itu lahir dari riset internal yang dilakukan ANTARA. Sederhana, tapi penting: tempat yang tepat memudahkan pelatihan menyasar peserta yang memang aktif di dunia pers kampus.
UHO dipilih karena basis mahasiswa persnya kuat
Zabur menjelaskan, hasil riset ANTARA menunjukkan UHO termasuk kampus dengan mahasiswa jurnalistik yang banyak. Karena itu, pelatihan dipusatkan di sana. ANTARA ingin menjangkau para mahasiswa yang memang sudah punya minat dan aktivitas di bidang pers, bukan peserta acak yang baru mengenal dunia penulisan berita.
Materi yang diberikan mengarah ke teknik penulisan yang lazim dipakai kantor berita. Fokusnya ada pada penulisan berita yang ringkas, jelas, dan mengikuti standar kerja jurnalistik. Bagi mahasiswa UKM Pers, bekal semacam ini bisa langsung dipakai saat mereka menulis laporan kegiatan kampus, liputan organisasi, atau berita mahasiswa.
Pelatihan ini juga menegaskan posisi ANTARA di luar kerja pemberitaan harian. Lewat program TJSL, kantor berita negara itu menyentuh ranah pendidikan jurnalistik di kampus. Langkah semacam ini sering jadi jembatan antara dunia akademik dan ruang redaksi. Dan di Kendari, jembatan itu sekarang dibangun lewat kelas penulisan.
Materi kantor berita untuk calon jurnalis
Dengan format pelatihan seperti ini, ANTARA memberi pengalaman langsung tentang cara menulis berita yang memenuhi standar kantor berita. Mahasiswa tidak hanya belajar menulis, tapi juga memahami cara berpikir redaksional: memilih fakta penting, menyusun kalimat efektif, lalu menjaga akurasi. Itu modal dasar yang jarang bisa didapat hanya dari teori di kelas.
Program ini menyasar mahasiswa UKM Pers dan calon jurnalis sebagai insan pers di masa mendatang. Di sana letak taruhannya. Mereka yang sekarang duduk di bangku kampus akan mengisi ruang-ruang informasi ke depan. ANTARA, lewat pelatihan di Kendari, sedang menyiapkan fondasi awal itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.