Sabtu, 5 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kemenperin dan Sidrap Pacu Teknologi Kopi Lokal Naik Kelas

Kemenperin dan Sidrap Pacu Teknologi Kopi Lokal Naik Kelas
Kemenperin dan Sidrap Pacu Teknologi Kopi Lokal Naik Kelas. (Ilustrasi: AI)

Kementerian Perindustrian bergerak ke Sidrap. Lewat Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim, pemerintah pusat memperkuat teknologi pengelolaan kopi lokal bersama Pemkab Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 4 September 2026.

Bagi pelaku kopi di daerah itu, langkah ini bukan sekadar seremoni. Program yang disiapkan menyasar kualitas produk, kompetensi pengolah, dan daya saing kopi Sidrap di pasar yang makin menuntut standar lebih rapi.

Pembinaan dimulai dari proses pascapanen

Ketua Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM, Asma Assa, mengatakan penguatan kerja sama diarahkan untuk pengembangan industri berbasis komoditas unggulan daerah. Fokusnya jelas: kopi Sidrap. Setelah bertemu Bupati Sidrap, BBSPJIHPMM bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat bakal segera menjalankan pembinaan, peningkatan kompetensi, dan penerapan teknologi industri untuk pelaku usaha lokal.

Salah satu program yang sudah disiapkan ialah peningkatan kompetensi pengolah kopi lewat penerapan teknologi pascapanen. Lokasinya di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase. Produsen kopi lokal di sana akan dilibatkan langsung. Ini penting, sebab kualitas biji dan cara olah setelah panen sering menentukan rasa, konsistensi, dan nilai jual kopi. Di titik ini, teknologi masuk sebagai alat bantu, bukan sekadar jargon.

Sidrap bidik kualitas dan daya saing

Pemkab Sidrap melihat kerja sama ini sebagai jalan untuk mengangkat komoditas unggulan daerah. Kopi lokal tak lagi cukup hanya dikenal di lingkaran sempit. Ia harus masuk ke ruang pasar yang lebih luas, dan itu menuntut mutu yang seragam, proses yang lebih tertib, serta kemampuan pelaku usaha yang memadai. Asma menyebut penguatan ini memang diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kopi Sidrap.

Langkah Kemenperin di Sidrap juga sejalan dengan arah besar kementerian yang belakangan menekankan transformasi teknologi di sektor industri makanan dan minuman. Pada Rabu, 2 September 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri mamin perlu semakin produktif, inovatif, efisien, dan berdaya saing. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi agar produksi berjalan lebih efisien dan bertanggung jawab. Pesan itu terasa nyambung dengan kerja di lapangan: menguatkan industri dari hulu, termasuk kopi.

Jejak kerja sama industri makin melebar

Kemenperin juga sedang memperluas jejaring kerja sama industri, termasuk lewat forum internasional. Pada rangkaian BRICS PartNIR Forum 2026 di Xiamen, China, kementerian itu membicarakan kolaborasi industri, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi masa depan dengan Rusia. Di waktu lain, Kemenperin juga mendorong kemitraan industri dengan Belarus, dengan sorotan pada transfer teknologi dan investasi. Polanya mirip. Teknologi dipakai sebagai pengungkit daya saing.

Di level daerah, pola itu kini turun ke Sidrap. Bukan proyek besar yang jauh dari petani dan pengolah, melainkan pendampingan yang menyentuh tahap kerja paling dasar. Dan di desa seperti Leppangeng, detail kecil bisa mengubah banyak hal. Asma Assa menutup penjelasannya dengan arah yang tegas: penguatan ini untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kopi Sidrap. Itu titik berangkatnya. Bukan titik akhir.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 5 September 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis