Sabtu, 5 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Sabalenka Tampil Ganas di US Open, Keraguan Mulai Terjawab

Sabalenka Tampil Ganas di US Open, Keraguan Mulai Terjawab
Sabalenka Tampil Ganas di US Open, Keraguan Mulai Terjawab. (Ilustrasi: AI)

Aryna Sabalenka menutup laga babak kedua US Open dengan sangat cepat, Rabu malam di Flushing Meadows. Petenis nomor satu dunia itu menghajar Polina Iatcenko 6-1, 6-1 hanya dalam 53 menit, hasil yang langsung meredakan tanda tanya atas performanya belakangan ini.

Kemenangan itu punya bobot lebih besar dari sekadar tiket ke babak ketiga. Sabalenka datang ke turnamen dengan tekanan mempertahankan gelar dan status puncak peringkat dunia. Tapi di lapangan keras New York, ia tampil seperti petenis yang tahu persis apa yang harus dibuktikan. Tajam. Tenang. Brutal saat dibutuhkan.

Servis pertama jadi senjata utama

Pada set pembuka, Sabalenka hampir tak memberi ruang. Ia memenangi 15 dari 16 poin dari servis pertamanya, sebuah angka yang menggambarkan betapa rapatnya kontrol permainan petenis Belarusia itu. Ritmenya memang sempat sedikit turun pada set kedua, namun dominasi tetap tak goyah. Ia masih menutup pertandingan dengan catatan servis pertama yang impresif: 21 dari 28 poin.

Permainan agresif Sabalenka terlihat sejak awal. Pukulan-pukulan kerasnya membuat Iatcenko kesulitan mengembangkan pola. Laga pun selesai secepat kilat. Di US Open, efisiensi seperti ini sangat mahal harganya. Lawan yang lengah sedikit saja bisa langsung habis.

Tekanan gelar dan bayang-bayang peringkat

Sabalenka masuk US Open dengan beban ganda: mempertahankan gelar sekaligus menjaga posisi nomor satu dunia. Ia juga membawa ambisi besar, menjadi petenis putri pertama yang menjuarai US Open tiga kali beruntun sejak Serena Williams pada periode 2012-2014. Targetnya jelas. Jalan ke sana, jauh dari mudah.

Musim 2026 sebelumnya memberi campuran hasil yang naik-turun. Pada Madrid Open akhir April, Sabalenka melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Naomi Osaka. Tapi di French Open, ia justru terhenti di perempat final usai kalah dari Diana Shnaider dalam tiga set, 3-6, 7-5, 6-0. Kekalahan itu mengakhiri rangkaian enam semifinal Grand Slam beruntun yang sebelumnya ia bukukan.

Respons cepat setelah hasil naik-turun

Kemenangan telak di New York jadi jawaban paling keras untuk keraguan yang sempat mengitari dirinya. Sabalenka menunjukkan lagi kenapa status unggulan teratas masih melekat kuat. Bukan cuma soal pukulan. Soal mental. Soal cara membalik tekanan menjadi tenaga tambahan.

Di sisi lain, hasil ini juga mengirim sinyal ke pesaing-pesaingnya bahwa Sabalenka belum kehilangan taring. US Open baru memasuki fase awal, tapi satu hal sudah tampak jelas: jika servis dan agresinya tetap seterang malam Rabu itu, perjalanan mempertahankan mahkota akan sangat sulit dihentikan. Sekarang ia melangkah ke babak ketiga dengan modal 53 menit permainan yang nyaris tanpa celah.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda