Makassar bergerak cepat pada awal September ini. Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan penguatan pasar kain tradisional lewat Wastra Heritage Market 2026, dengan target membawa wastra daerah itu ke pasar nasional hingga mancanegara.
Langkah ini lahir saat sejumlah agenda ekonomi dan layanan publik ikut berjalan di Makassar. Di saat BI menggarap promosi wastra, Direktorat Jenderal Pajak menggelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Negeri 8 Makassar untuk menanamkan kesadaran taat pajak sejak dini. Di sisi ketenagakerjaan, Disnakertrans Sulsel mendorong lulusan SMK agar tidak menganggur melalui program SMK Go Global dan penguatan kemandirian usaha. Bergerak serempak. Kota ini tidak diam.
Wastra jadi pintu promosi Sulsel
Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menyebut Wastra Heritage Market 2026 sebagai cara untuk memperluas ruang produk kain tradisional Sulawesi Selatan agar punya pasar yang lebih kuat. Program ini diarahkan bukan hanya untuk pembeli lokal, tetapi juga pembeli luar negeri. Fokusnya jelas: produk budaya harus ikut naik kelas. Dari etalase daerah ke panggung global.
Dorongan itu penting bagi Makassar dan Sulsel karena wastra tidak sekadar barang dagangan. Ia membawa identitas, kerja perajin, dan nilai ekonomi yang bisa bergerak lebih jauh bila didorong secara serius. BI dan pemerintah daerah tampak membaca peluang ini dengan kacamata yang sama: budaya harus punya saluran pasar yang rapi, bukan berhenti di pameran seremonial. Tanpa pasar yang hidup, produk tradisional mudah hilang dari peredaran.
Pajak, kerja, dan ekonomi lokal bergerak bersamaan
Di sektor lain, DJP Kementerian Keuangan menyasar pelajar SMP Negeri 8 Makassar lewat Pajak Bertutur 2026. Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Makassar Selatan Faisal Amansyah menegaskan generasi muda perlu mengenal pajak sejak dini karena mereka kelak menjadi wajib pajak yang menopang pembangunan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 8 Makassar Nur’aeni AR juga menyambut baik kegiatan itu dan menilai edukasi pajak layak dikenalkan sejak bangku sekolah.
Sementara itu, Disnakertrans Sulsel menaruh perhatian pada lulusan SMK. Kadis Jayadi Nas mengatakan pemerintah daerah terus membuka ruang agar lulusan sekolah kejuruan bisa bekerja atau mandiri, bukan masuk barisan pengangguran. Jalur yang disiapkan antara lain SMK Go Global dan dorongan keterampilan praktis sebelum lulus. Peluang kerja masih terbuka di bengkel, otomotif, teknologi informasi, pertanian, sampai industri. Kuncinya sederhana. Skill.
Makassar menghadapi tugas yang tak ringan
Di luar agenda ekonomi dan pendidikan, Makassar juga masih sibuk dengan pekerjaan rumah lama. Pemkot Makassar mempercepat pembenahan TPA Tamangapa, Antang, untuk memenuhi ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan keluar dari sanksi administrasi pengelolaan sampah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai masih ada pekerjaan yang harus dibenahi di lapangan, mulai dari penataan sanitary landfill, akses jalan, tiang pancang, hingga kolam air lindi. Proses transisi dari open dumping menuju sistem yang lebih tertata belum selesai. Masih panjang.
Di saat yang sama, beberapa isu layanan publik lain juga menumpuk di Sulsel, dari ketahanan pangan, kesiapan pendidikan, sampai kelistrikan dan air bersih. Produksi beras Sulsel disebut naik dengan target 3,3 juta ton yang optimistis tercapai, sementara Satgas Pangan menyiapkan intervensi untuk mencegah kenaikan harga beras. Ada pula 55 hektare sawah di Maros yang waspada dampak kemarau, serta BPBD Makassar yang menyalurkan air dan membangun 18 sumur untuk menanggulangi kekeringan. Bagi pemerintah daerah, pekerjaan rumahnya jelas menuntut kecepatan. “Penting sekali untuk memastikan kita keluar dari sanksi administrasi,” kata Munafri.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.