Minggu, 6 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Elnusa Raih Proyek Seismik Lanjutan di Sumsel, Pasar Non-Captive Makin Kuat

Elnusa Raih Proyek Seismik Lanjutan di Sumsel, Pasar Non-Captive Makin Kuat
Elnusa Raih Proyek Seismik Lanjutan di Sumsel, Pasar Non-Captive Makin Kuat. (Ilustrasi: AI)

PT Elnusa Tbk kembali mengamankan proyek survei seismik 3D di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dari pelanggan di luar Pertamina Group. Dua proyek baru itu mencakup area sekitar 150 kilometer persegi dan ditargetkan rampung pada awal 2027. Bagi Elnusa, kontrak lanjutan ini penting karena mempertegas posisi perusahaan di pasar non-captive yang makin kompetitif.

Proyek baru ini bukan pekerjaan yang berdiri sendiri. Elnusa sedang melanjutkan dua survei seismik 3D sebelumnya di area berdekatan dengan total cakupan 365 kilometer persegi. Jika digabung, seluruh rangkaian pekerjaan mencapai sekitar 515 kilometer persegi. Besar. Dan ini jadi penanda kepercayaan pelanggan.

Kepercayaan yang datang berulang

Keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama menjadi sinyal yang kuat. Di lapangan seismik, pekerjaan tidak hanya soal alat dan target luasan. Ada ritme operasi, koordinasi teknis, serta kemampuan menjaga kualitas eksekusi di medan yang kompleks. Elnusa menyebut kepercayaan itu lahir dari kapabilitas yang dibangun perusahaan dalam menangani pekerjaan dengan tantangan teknis dan operasional tinggi.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menegaskan proyek non-captive ini menjadi validasi atas daya saing perseroan. “Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa,” ujar Rustam pada Kamis, 3 September 2026. Ia menambahkan, kepercayaan untuk kembali bekerja di area berdekatan menunjukkan teknologi, kompetensi personel, dan kualitas eksekusi yang dibangun Elnusa dapat memberi nilai bagi pelanggan.

Kalimatnya lugas. Tidak berputar-putar.

Strategi keluar dari ekosistem Pertamina

Penguatan pasar di luar ekosistem Pertamina menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan. Perusahaan juga membidik utilisasi aset dan kompetensi yang lebih optimal, sambil membuka sumber pertumbuhan baru. Di pasar geoscience non-captive, langkah semacam ini punya bobot tersendiri. Persaingan menuntut konsistensi, bukan sekadar sekali menang kontrak lalu hilang dari radar.

Dari keterangan yang tersedia, proyek di Sumatera Selatan ini juga menunjukkan bagaimana Elnusa menjaga kesinambungan kerja di area yang saling berdekatan. Model seperti ini biasanya menuntut disiplin operasi yang tinggi. Satu kesalahan kecil bisa mengganggu banyak hal. Karena itu, kepercayaan yang datang berulang menjadi modal bisnis yang tidak murah.

Rekam jejak yang meluas di Musi Banyuasin

Di Musi Banyuasin, rangkaian pekerjaan tersebut menegaskan rekam jejak Elnusa di layanan geoscience non-captive. Bukan hanya soal tambahan luasan kerja, melainkan soal jejak operasional yang terus melebar di wilayah yang sama. Bagi perusahaan jasa energi terintegrasi itu, capaian ini memperkuat pijakan di luar Pertamina Group sekaligus menambah ruang untuk pertumbuhan berikutnya.

Elnusa menyebut proyek-proyek baru itu ditargetkan selesai pada awal 2027. Setelah itu, perhatian pasar akan bergeser ke satu hal sederhana: apakah perusahaan mampu mempertahankan standar eksekusi yang sama sampai garis akhir. Rustam memberi sinyal arah itu sudah jelas. Perusahaan, katanya, akan terus mengubah keunggulan teknologi dan kompetensi menjadi peluang pasar yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. Langkah berikutnya ada di lapangan. Dan di sana, reputasi kembali diuji.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 6 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis