Serena Williams kembali jadi pusat perhatian dunia tenis. Di usia 44 tahun, legenda Amerika Serikat itu masuk daftar ganda campuran US Open 2026 bersama Carlos Alcaraz, dan kabar itu langsung mengubah peta sorotan di Flushing Meadows, New York.
Pasangan lintas generasi ini mendapat wildcard dari Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA). Bagi Serena, panggung itu datang setelah rangkaian comeback yang menonjol sepanjang 2026. Bagi publik, ini bukan sekadar pasangan bintang. Ada taruhannya. Serena kembali ke turnamen besar, Alcaraz pulih dari cedera, dan keduanya membawa ekspektasi yang tidak kecil.
Wildcard, comeback, dan panggung besar di New York
USTA mengumumkan Alcaraz-Williams sebagai salah satu dari tiga pasangan terakhir yang mendapat tiket ke babak utama ganda campuran US Open 2026. Turnamen di Flushing Meadows itu langsung dipenuhi pembicaraan soal duet dua nama besar dari generasi berbeda. Alcaraz sendiri datang dengan status penting: ia bersiap kembali turun setelah absen sekitar empat bulan akibat cedera pergelangan tangan kanan. Ia sempat tak bermain sejak insiden saat menghadapi Otto Virtanen di Barcelona Open April lalu.
Serena juga tidak datang dari ruang kosong. Pada Wimbledon 2026, ia kembali tampil di Center Court setelah hampir empat tahun absen di nomor tunggal profesional. Laga lawan Maya Joint berjalan ketat. Serena kalah tiga set, 3-6, 7-6, 3-6. Tapi penampilannya memberi pesan yang keras. Ia masih punya tenaga, masih punya sentuhan. Dan usia 44 tahun bukan penutup cerita.
Jejak comeback Serena di lapangan rumput
Sebelum Wimbledon, Serena sudah lebih dulu menyentuh kompetisi lewat sektor ganda di Queen’s Club, London. Ia berduet dengan Victoria Mboko dan menerima wildcard untuk HSBC Championships. Di babak pembuka, pasangan itu menang atas Nicole Melichar-Martinez dan Erin Routliffe dengan skor 7-6(2), 6-2. Mboko lalu mundur sebelum babak kedua setelah cedera di nomor tunggal sehari sebelumnya. Singkat. Tapi penting.
Kembalinya Serena ke lapangan rumput memang terasa terencana. Queen’s Club, Wimbledon, lalu US Open. Urutannya memberi gambaran bahwa ia belum selesai. Bahkan sebelum itu, Serena sempat disebut memenuhi syarat kembali berkompetisi secara profesional setelah proses tes doping yang dijalani menurut data Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA). Informasi soal kesiapan comeback itu sempat ramai dibicarakan, termasuk karena membuka kemungkinan reuni Serena dengan Venus Williams di level ganda, meski sampai kini yang sudah pasti justru langkah Serena di jalur kompetitif.
Undian berat menunggu di babak pertama
Duet Alcaraz dan Serena tidak mendapat jalan mulus. Undian mempertemukan mereka dengan pasangan kuat sejak babak pertama, yaitu Erin Routliffe dan Lloyd Glasspool. Keduanya punya reputasi mentereng di nomor ganda. Routliffe adalah mantan juara ganda putri US Open, sedangkan Glasspool pernah menjadi pemain nomor satu dunia di ganda putra dan juara Wimbledon 2025. Itu ujian yang serius.
Tapi justru di situ daya tariknya. Alcaraz membawa status petenis tunggal elite yang baru kembali dari cedera. Serena datang dengan nama besar, pengalaman, dan riwayat 23 gelar Grand Slam tunggal yang masih memberi bobot pada setiap langkahnya. Publik kini menunggu satu hal sederhana: apakah duet paling ramai dibicarakan di US Open 2026 ini bisa bertahan dari spesialis ganda yang sudah menunggu di seberang net. Dan jawabannya akan mulai terlihat pada laga pembuka yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus waktu setempat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.