JAKARTA — INACRAFT October 2026 membawa 829 stan kerajinan ke Jakarta International Convention Center (JICC) pada 7-11 Oktober 2026. Pameran yang mengangkat tema “Techno Craft” ini mempertemukan kriya Nusantara dengan pemanfaatan teknologi, tanpa menempatkan teknologi sebagai pengganti keterampilan tangan perajin.
Acara ini diprakarsai Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event. Pengunjung dapat menjelajahi stan yang tersebar di lima area utama JICC, sementara platform pemetaan digital INACRAFT WAYFINDER membantu menemukan lokasi pameran.
INACRAFT October 2026 mengangkat Techno Craft
Tema Techno Craft menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat nilai, kualitas, dan fungsi produk kerajinan. Gagasan itu memberi ruang bagi produk tradisional untuk menjawab kebutuhan masa kini, sekaligus mempertahankan ciri budaya dan karakter yang dibentuk oleh para artisan.
Artinya, pembaruan tidak harus menghapus proses dan keterampilan yang menjadi dasar sebuah karya. Teknologi diharapkan mendukung perkembangan produk, bukan mengambil alih peran perajin. Penyelenggara juga menyoroti peluang agar kriya Nusantara mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitasnya.
Bagi pengunjung, tema tersebut tampak dalam cakupan pameran yang menghubungkan produk kriya dengan cara baru untuk mengembangkan dan mengenalkannya. Namun, bahan penyelenggara tidak merinci teknologi tertentu yang digunakan dalam proses produksi atau transaksi. Fokus yang disampaikan adalah pemanfaatan teknologi untuk memperkuat produk dan ekosistem usaha.
Ruang bagi wirausaha muda dan perajin
INACRAFT kembali menghadirkan Youthpreneurs, inisiatif untuk memberi panggung kepada generasi muda sekaligus mendukung regenerasi industri kriya. Partisipasi anak muda penting bagi keberlanjutan usaha kerajinan: mereka dapat membawa kreativitas baru, sementara keterampilan dan pengetahuan tentang kriya tetap menjadi landasan.
Penyelenggara menyebut sejumlah pihak ikut membantu wirausaha muda, termasuk melalui kemudahan operasional dan akses pembiayaan. Dukungan semacam itu berkaitan langsung dengan kemampuan peserta mengembangkan usaha, bukan hanya memamerkan produk selama acara berlangsung.
Regional CEO Bank Mandiri Wilayah IV/Jakarta 2 Nila Mayta menyampaikan bahwa dukungan transaksi dan pembiayaan menjadi bagian dari upaya membantu perajin dan wirausaha muda. “Semangat ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia’ kami wujudkan melalui kemudahan transaksi dan akses pembiayaan yang membantu perajin serta wirausaha muda mengembangkan usaha,” ujar Nila pada Kamis (8/10/2026).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.