Sabtu, 10 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Jennifer Coppen Akui Terima Keluhan Sebelum Putus Kontrak Promosi Emas

Penipuan emas dan klarifikasi Jennifer Coppen soal keluhan pelanggan
Jennifer Coppen menyatakan menerima keluhan pelanggan sebelum mengakhiri kerja sama promosi pada Juni 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kasus dugaan penipuan emas Rp25 miliar membuat Jennifer Coppen menjelaskan batas perannya dalam promosi perusahaan. Ia mengaku pernah menerima keluhan pelanggan sebelum mengakhiri kerja sama dengan brand investasi emas pada Juni 2026.

Dalam klarifikasi resmi yang dikutip dari akun Instagramnya pada Sabtu (10/10/26), Jennifer menyebut keluhan itu berkaitan dengan pelayanan dan pemenuhan pesanan. Ia mengatakan kekhawatiran terhadap kelanjutan hubungan profesional muncul setelah keluhan tersebut diterima.

Jennifer dan pihak brand kemudian sepakat menghentikan kontrak pada 19 Juni 2026. Perjanjian awal mereka seharusnya berjalan hingga 2027.

Keluhan pelanggan mendahului berakhirnya kontrak

Jennifer menyatakan mulai bekerja sama dengan brand itu pada 8 Januari 2026. Dalam perjanjian tersebut, ia bertugas sebagai brand ambassador yang mempromosikan produk, membuat konten, dan menghadiri acara sesuai kontrak.

“Namun, setelah berjalan selama beberapa bulan, saya menerima keluhan dari sejumlah pelanggan terkait pelayanan dan pemenuhan pesanan. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi saya terhadap keberlangsungan kerja sama,” kata Jennifer dalam pernyataan yang dikutip dari Instagramnya.

Keluhan itu menjadi alasan yang ia sampaikan terkait keputusan mengakhiri kerja sama lebih awal. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci jenis pesanan yang dikeluhkan, jumlah pelanggan yang menyampaikan keluhan, ataupun bentuk penyelesaian yang mereka minta.

Bagi konsumen, perbedaan antara promosi dan pengelolaan transaksi penting untuk memahami klaim yang disampaikan masing-masing pihak. Nama figur publik dalam materi pemasaran dapat memengaruhi kepercayaan calon pelanggan, sedangkan keterangan mengenai kewenangan dan tanggung jawab bisnis perlu diuji melalui proses yang berwenang.

Jennifer bantah mengelola dana atau transaksi

Jennifer menegaskan pekerjaannya terbatas pada aktivitas promosi. Ia menyatakan tidak terlibat dalam manajemen internal perusahaan, pengelolaan dana, transaksi pelanggan, proses penjualan, maupun keputusan operasional.

“Saya tidak memiliki keterlibatan dalam manajemen internal, pengelolaan dana, transaksi dengan pelanggan, proses penjualan, maupun pengambilan keputusan operasional perusahaan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan tidak menerima komisi yang dihitung berdasarkan setiap penjualan kepada pelanggan. Dengan demikian, Jennifer meminta perannya sebagai pihak promosi dibedakan dari pihak yang menjalankan usaha dan menangani transaksi.

Pernyataan itu merupakan klarifikasi Jennifer, bukan penetapan mengenai tanggung jawab dalam perkara. Bahan utama menyebut namanya muncul dalam laporan terkait dugaan penipuan investasi emas dan perak yang menyeret PT Divine Gold Jewelry. Nilai kerugian yang disebut mencapai Rp25 miliar.

Nama figur publik ikut disebut dalam perkara

Nama Jennifer sebelumnya disebut oleh kuasa hukum korban dalam laporan tersebut. Kirana Larasati dan Nope Novian juga disebut dalam keterangan mengenai figur publik yang diduga tampil dalam materi promosi perusahaan.

Liputan pembanding dari Sindonews dan Hot Detik menyoroti pernyataan Kirana Larasati. Dalam pemberitaan yang diberikan, Kirana menyatakan prihatin terhadap konsumen dan siap bersikap kooperatif jika dimintai keterangan oleh pihak berwenang.

Keterangan itu memberi konteks bahwa figur publik yang disebut dalam promosi turut menyampaikan sikap masing-masing, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam pengelolaan perusahaan.

Hot Detik juga memuat keterangan kuasa hukum korban bahwa promosi selebritas menjadi salah satu faktor yang membuat korban percaya untuk menempatkan dana. Pernyataan tersebut merupakan klaim kuasa hukum, sementara bahan yang tersedia tidak memuat hasil penyelidikan ataupun putusan mengenai perkara ini.

Karena itu, inti klarifikasi Jennifer berpusat pada urutan peristiwa yang ia sampaikan: mulai bekerja sama pada 8 Januari 2026, menerima keluhan pelanggan setelah kerja sama berjalan beberapa bulan, lalu mengakhiri kontrak pada 19 Juni 2026. Masa perjanjian semula masih dijadwalkan berlangsung hingga 2027.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 10 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir