Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Alasan Anwar Ibrahim Obral Diskon Pajak-UMR Malaysia Naik Rp1,3 Juta

UMR Malaysia naik, dokumen anggaran dan pajak di meja parlemen
Alasan Anwar Ibrahim Obral Diskon Pajak-UMR Malaysia Naik Rp1,3 Juta. (Ilustrasi: AI)

Tarif pajak bagi wajib pajak dengan penghasilan kena pajak antara 70.000 ringgit dan 100.000 ringgit akan turun menjadi 18%. Untuk kelompok berpenghasilan 100.000 ringgit hingga 150.000 ringgit, tarifnya dipangkas menjadi 24%.

Ruang keringanan juga diperluas pada biaya medis. Cakupannya kini termasuk perawatan pascapersalinan, sementara biaya perawatan penuh untuk orang tua dan kakek-nenek turut memperoleh pembebasan. Sebelumnya, keringanan untuk keluarga lanjut usia terbatas pada biaya kesehatan.

“Pemerintah mendengar kekhawatiran kelompok berpendapatan menengah (M40), yang telah dengan sabar bertahan meskipun juga terhimpit oleh biaya hidup,” ujar Anwar, seperti dikutip Channel News Asia.

Anggaran ekspansif saat beban subsidi meningkat

Nilai anggaran yang diusulkan untuk 2027 mencapai 459,8 miliar ringgit, lebih besar daripada 444,1 miliar ringgit pada tahun ini. Dari jumlah itu, anggaran operasi direncanakan sebesar 376,8 miliar ringgit dan anggaran pembangunan 83 miliar ringgit.

Besarnya belanja datang bersama proyeksi ekonomi yang masih tumbuh. Pemerintah memperkirakan ekonomi Malaysia berekspansi 4,2% hingga 5,2% pada 2027. Target pertumbuhan 2026 direvisi ke batas atas, yakni 4,8% hingga 5,3%, setelah pertumbuhan pada paruh pertama tercatat 5,7%. Inflasi utama diperkirakan berada di kisaran 1,8% hingga 2,8% pada 2027.

Penerimaan negara diproyeksikan naik 4,7% menjadi 380,8 miliar ringgit pada 2027, dari estimasi 363,6 miliar ringgit tahun ini. Setoran Petronas diperkirakan mencapai 32 miliar ringgit, meningkat dari revisi 27 miliar ringgit untuk tahun ini.

Namun, biaya energi dan pangan ikut membebani anggaran. Belanja bantuan sosial diperkirakan mencapai 74,5 miliar ringgit tahun ini, naik 34,7% dari pengeluaran 2025. Target defisit fiskal 2026 pun direvisi menjadi 3,6% dari sebelumnya 3,5%, sebelum diproyeksikan turun menjadi 3,3% pada 2027.

Bagi pekerja, dampaknya paling langsung terlihat pada upah minimum dan keringanan pajak; bagi UMKM, pengecualian sementara memberi ruang penyesuaian ketika standar upah naik. Tantangan pemerintah adalah membiayai dukungan itu tanpa kehilangan jalur konsolidasi fiskal, terutama ketika subsidi energi tetap besar.

Anwar menepis anggapan bahwa belanja tambahan berarti pemerintah meninggalkan konsolidasi fiskal. “Ini tidak berarti kita menyimpang dari konsolidasi fiskal. Ini menunjukkan nilai dari membangun kapasitas untuk merespons ketika keadaan menuntutnya,” ujarnya.

Untuk 2027, pemerintah memperkirakan beban subsidi turun menjadi 72,7 miliar ringgit.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda