Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Emil Dardak Ajak Warga Jatim Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Emil Dardak Ajak Warga Jatim Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Pameran produk di PRJ Surabaya 2026 dinilai Emil Dardak mendukung kegiatan ekonomi daerah

SURABAYA — Tekanan ekonomi global tak seharusnya membuat warga Jawa Timur pesimistis. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengajak masyarakat memperkuat konsumsi domestik dan tetap bergerak, saat berbicara di Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) Surabaya 2026, Jumat (9/10).

Ajakan itu bertumpu pada kinerja ekonomi daerah yang tumbuh 5,84% pada Januari—Juni 2026. Menurut Emil, catatan tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Di tengah istilah “in this economy” yang mengemuka saat ekonomi global menghadapi tekanan, Emil meminta masyarakat tidak menjadikannya alasan untuk berhenti berusaha. Ia mendorong langkah counter cycle: terus menjalankan kegiatan ekonomi agar perputaran di dalam negeri tetap terjaga.

Emil Dardak: ekonomi Jatim perlu terus bergerak

Emil menyampaikan pesan itu dalam agenda PRJ Surabaya 2026. Ia menilai Indonesia, termasuk Jawa Timur, memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri dengan mengandalkan kekuatan pasar domestik.

“Tetapi, bukan kemudian, menjadi sebuah mantra untuk kemudian kita pesimistis. Justur dengan cara Conuter Cycle adalah dengan terus moving on dan terus melakukan, maka kita bisa break the cycle, karena Indonesia ini sbenarnya didesain sebagai negara yang bisa self sufficient,” ucapnya.

Dalam pernyataannya, Emil menekankan konsumsi sebagai penggerak penting ekonomi. Ia menyebut konsumsi menyumbang porsi besar dalam perekonomian dan menilai dorongan terhadap sektor itu dapat membantu menjaga aliran aktivitas ekonomi.

“Nah, kalau darah ekonominya enggak tersumbat, maka kita bisa merasakan itu,” ungkap dia.

Bagi warga dan pelaku usaha, pesan tersebut berarti aktivitas belanja dan produksi domestik punya peran dalam menjaga roda ekonomi tetap berputar ketika kondisi global menekan. Emil mengaitkan optimisme itu dengan struktur ekonomi yang, menurutnya, dirancang untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Namun, ia tidak menyebut rincian langkah atau program khusus dalam acara tersebut.

Konsumsi domestik dan pameran jadi pengungkit

Emil juga menyinggung besarnya porsi konsumsi. Ia menyebut angka 60% dan menilai penguatan konsumsi dapat mencegah tersendatnya perputaran ekonomi. Pernyataan itu disampaikan sebagai alasan agar masyarakat tetap aktif, bukan terpaku pada kabar tekanan ekonomi dari luar.

Optimisme Emil turut didukung capaian pertumbuhan Jawa Timur pada paruh pertama tahun berjalan. Angka 5,84% yang ia paparkan menjadi konteks bagi ajakannya agar masyarakat tidak larut dalam pesimisme. Meski demikian, sumber tidak merinci perbandingan pertumbuhan dengan wilayah lain di Pulau Jawa.

Ia turut menilai pameran seperti PRJ Surabaya 2026 sebagai langkah strategis. Jawa Timur, kata Emil, dikenal sebagai pusat produksi barang konsumsi nasional. Pameran dapat mempertemukan produk dengan konsumen, sekaligus memberi ruang bagi kegiatan perdagangan dan promosi produk daerah.

“Maka, jangan pesimis ya, dan karena optimisme ini yang kemudian akan menjadi sebuah efek bola salju yang positif untuk perekonomian kita,” tegas Emil.

Pesan tersebut menempatkan konsumsi dan kegiatan usaha sebagai bagian dari respons terhadap ketidakpastian global. Angka pertumbuhan yang disampaikan Emil untuk Jawa Timur pada Januari—Juni 2026 adalah 5,84%.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair