Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Manajemen Talenta Batu Bara Masuk Tahap Akhir, Ini Dampaknya

Ekspose manajemen talenta Batu Bara di Kantor Pusat BKN Jakarta
Ekspose manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Batu Bara berlangsung di Kantor Pusat BKN, Jakarta. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Manajemen talenta Batu Bara mendekati tahap penerapan, yang akan membuka jalan bagi pemerintah kabupaten itu untuk memetakan dan menyiapkan calon pemimpin sebelum jabatan kosong. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menyampaikan perkembangan itu saat ekspose di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (08/10/2026).

Bagi 4.211 ASN di Pemkab Batu Bara, sistem ini berpotensi mengubah cara pengembangan karier dan pengisian jabatan. Pemerintah daerah dapat menyiapkan profil talenta serta kandidat suksesor berdasarkan kebutuhan organisasi, setelah BKN memberikan persetujuan.

Manajemen talenta Batu Bara menuju ekosistem karier nasional

Prof. Zudan menilai Batu Bara sudah berada di tahap akhir sebelum memulai penerapan manajemen talenta. Setelah persetujuan ditandatangani, pemerintah kabupaten itu dapat masuk ke ekosistem karier ASN yang terintegrasi secara nasional.

“Batu Bara hampir sampai ke tujuan, yaitu mengawali penerapan manajemen talenta. Sudah keluar dari pintu lama, satu kaki masih di pintu lama, satu kaki sudah masuk ke jalan baru. Nah, mulai besok, setelah saya tanda tangani persetujuan manajemen talenta, kedua kaki sudah masuk ke jalan yang baru. Kita masuk ke ekosistem karier terpadu secara nasional,” ujar Prof. Zudan.

Ia menekankan, perubahan ini bukan sekadar menuntaskan administrasi kepegawaian. Manajemen talenta mengubah cara pemerintah mengenali kemampuan ASN, mengembangkan kompetensi mereka, dan menyiapkan calon pemimpin untuk kebutuhan organisasi.

Pendekatan serupa, menurut Prof. Zudan, telah digunakan di sejumlah negara, termasuk Australia, Jepang, China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Tujuannya menemukan serta mengembangkan talenta aparatur, lalu menyiapkan mereka untuk mengisi posisi strategis.

Pemetaan dilakukan sebelum jabatan kosong

Di pemerintahan daerah, prosesnya mencakup talent pool, pemetaan talenta, pengembangan kompetensi, dan penyiapan kandidat suksesor. Dengan alur ini, kaderisasi dapat dimulai lebih awal, bukan baru bergerak setelah sebuah posisi kosong.

“Jadi kita tidak menunggu jabatan kosong baru mencari orang. Talenta sudah dipetakan, dikembangkan, dan disiapkan untuk kebutuhan organisasi ke depan,” tegas Prof. Zudan.

Dampaknya akan terasa pada kesiapan pengisian jabatan pimpinan tinggi dan administrator. Setelah persetujuan BKN, Pemkab Batu Bara dapat mengidentifikasi jabatan kosong, memetakan ASN yang sesuai, lalu menyiapkan kandidat. Bagi organisasi, persiapan tersebut memberi ruang untuk mengembangkan kompetensi calon lebih dulu, alih-alih memulai pencarian ketika kebutuhan sudah mendesak.

Jumlah ASN di Batu Bara mencapai 4.211 orang. Angka itu menjadi cakupan bagi pemerintah kabupaten dalam menyusun profil talenta di wilayahnya. Namun, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian mengakui keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala yang perlu dihadapi.

Pemkab berharap sistem berjalan pada 2027

Baharuddin menyampaikan apresiasi kepada BKN dan Kantor Regional BKN VI Medan atas pendampingan dalam proses penerapan manajemen talenta. Pemkab berharap tahapan tersebut tidak melewati tahun 2027, sehingga sistem dapat dijalankan dengan baik pada tahun itu.

“Kami mengapresiasi BKN dan Kanreg BKN VI Medan yang terus mendampingi kami agar proses ini tidak melewati tahun 2027. Harapannya, pada 2027 kami sudah bisa menjalankannya dengan baik. Sejauh ini kendala keterbatasan SDM di Batu Bara masih ada, dan mudah-mudahan manajemen talenta menjadi solusinya,” ujar Baharuddin.

Bupati menyebut penerapan sistem itu sejalan dengan visi Kabupaten Batu Bara, “Mewujudkan Batu Bara yang Bahagia”. Visi tersebut berorientasi pada pelayanan, amanah, harmonis, akuntabel, giat, inovatif, dan adil.

Bagi Pemkab, manfaat yang diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan jabatan. Pemerintah daerah ingin mempercepat pengembangan kompetensi dan membangun kaderisasi agar talenta yang disiapkan sesuai kebutuhan organisasi. Tahap berikutnya adalah persetujuan BKN, yang menurut Prof. Zudan akan mengantar Batu Bara masuk ke ekosistem karier terpadu secara nasional.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda