Guevara punya momentum di Moto2
Persaingan Moto2 bergerak dengan cerita berbeda. Manuel Gonzalez memimpin klasemen dengan 245,5 poin, sedangkan Guevara mengumpulkan 235 poin. Selisih mereka 10,5 poin. Ivan Ortola berada di urutan ketiga dengan 181,5 poin, diikuti David Alonso dengan 166 poin dan Daniel Holgado dengan 154 poin.
Gonzalez gagal memaksimalkan akhir pekan Motegi. Meski memulai balapan dari posisi ketiga, ia finis di urutan ke-22. Guevara justru tampil tajam: memulai dari pole position, pebalap BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 itu menjaga kecepatan dan menang.
Performa tersebut membuat Guevara diproyeksikan sebagai pemenang Moto2 Mandalika. Gonzalez diprediksi finis kedua dan Alonso ketiga, sementara Ortola serta Filip Salac berpeluang ikut dalam persaingan kelompok depan. Hasil itu penting bagi perebutan klasemen karena kemenangan Guevara di Jepang memangkas jarak dengan Gonzalez.
Celestino Vietti bisa mengganggu prediksi tersebut. Ia berada di posisi kedelapan klasemen dengan 133 poin, tetapi tampil cepat di Motegi: mencatat lap tercepat balapan, 1 menit 47,479 detik, lalu finis keenam. Tony Arbolino juga patut dicermati setelah mengakhiri balapan Jepang di posisi kedua dari start kelima.
Prediksi Moto3 dan faktor yang bisa mengubah hasil
Untuk Moto3, bahan prediksi menyoroti Veda Ega Pratama sebagai salah satu nama yang berpeluang meraih podium. Namun, rincian posisi klasemen, tren hasil terakhir, dan kandidat podium lain di kelas tersebut tidak dicantumkan dalam bahan sumber. Karena itu, proyeksi Moto3 tidak dapat diperluas dengan angka atau perbandingan yang tak tersedia.
Bagi perebutan gelar, Mandalika dapat menjadi titik penting karena Martin dan Marquez datang dengan selisih hanya dua poin. Hasil seri ini berpotensi mengubah arah persaingan pada seri berikutnya. Bagi penonton Indonesia, perhatian juga tertuju pada peluang Veda Ega Pratama, meski prediksi podium bukan kepastian dan bahan yang tersedia belum merinci dasar statistik khusus untuk Moto3.
Prediksi tetap memiliki batas. Kualifikasi, kondisi ban, cuaca, dan pertarungan pada lap-lap awal dapat mengubah jalannya balapan; proyeksi Litbang Kompas sendiri bertumpu pada performa di 16 seri sebelumnya yang berlangsung di lintasan dengan karakter berbeda.
Marquez belum pernah menang dalam balapan utama di Mandalika. Catatan terbaiknya yang disebut dalam bahan adalah podium ketiga pada balapan Sprint 2024.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.