Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Analis Jagokan Saham AMMN, BUMI hingga INKP

IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Analis Jagokan Saham AMMN, BUMI hingga INKP
IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Analis Jagokan Saham AMMN, BUMI hingga INKP

JAKARTA — IHSG berpeluang naik pada perdagangan Senin (12/10), tetapi prospek itu datang bersama peringatan risiko pelemahan lanjutan. Bagi investor, perbedaan pandangan dua analis berarti level teknikal dan pilihan saham perlu dicermati sebelum mengambil keputusan.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai indeks masih berpeluang menguat setelah rebound dari level support terdekat. Namun, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova melihat kemungkinan IHSG menguji area support yang lebih rendah setelah indeks menembus ke bawah 6.019 pada Jumat sebelumnya.

IHSG berpeluang naik, tetapi level 6.179 jadi perhatian

Nafan mengatakan sinyal teknikal IHSG masih didominasi kecenderungan bullish. Indikator Stochastics KD dan RSI juga masih memberikan sinyal positif, meski volume perdagangan mulai menurun.

“Indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volume perdagangan mulai menurun,” kata Nafan dalam keterangannya, dikutip pada Senin (12/10).

Mirae Asset Sekuritas menempatkan support IHSG di 5.973 dan 5.851. Sementara itu, level resistance berada di 6.180 dan 6.267. Support merujuk pada area harga yang dipandang berpotensi menahan penurunan, sedangkan resistance dapat menjadi area yang menahan kenaikan.

Ivan memberi pembacaan yang lebih berhati-hati. Menurut dia, penembusan ke bawah 6.019 membuka kemungkinan indeks melanjutkan tren turun, setidaknya menuju 5.942 atau menguji support Fibonacci di 5.850.

Syarat pembatalannya jelas. Ivan menilai skenario penurunan itu berpeluang terjadi kecuali IHSG naik di atas 6.179. Ia mencatat support berikutnya di 5.942, 5.850, 5.768 dan 5.607, dengan resistance di 6.261, 6.423 dan 6.552. Indikator MACD, menurut Ivan, berada dalam kondisi netral.

Minyak dan rupiah ikut menopang sentimen pasar

Nafan melihat sentimen dalam negeri serta meredanya tekanan negatif global sebagai penopang perdagangan. Investor global mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu mulai 3 November 2026.

Dalam bahan yang disampaikan Nafan, harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,29% menjadi US$ 104,42 per barel. Harga energi yang melandai berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sekaligus memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif pada 28 Oktober 2026. Probabilitas suku bunga tetap disebut sebesar 82,3%.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair