Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Diproyeksi Melemah, Investor Cermati Sentimen Global dan Saham Konglomerasi

IHSG Diproyeksi Melemah, Investor Cermati Sentimen Global dan Saham Konglomerasi
Tekanan saham konglomerasi dan sentimen global membayangi proyeksi IHSG

Di dalam negeri, rencana Danantara menambah investasi sekitar USD 1 miliar di pasar saham hingga akhir 2026 dapat menjadi penopang sentimen. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai fundamental sektor jasa keuangan Indonesia masih relatif solid, dengan inflasi domestik yang terjaga dan konsumsi masyarakat tetap menopang perekonomian.

Namun, Nafan mengingatkan bahwa kondisi fundamental belum tentu segera tercermin pada harga saham saat tekanan pasar dan ketidakpastian global masih dominan. Bagi investor, artinya, kabar positif domestik belum otomatis menghapus risiko koreksi dalam jangka pendek.

Proyeksi sekuritas berbeda, saham pilihan beragam

MNC Sekuritas menilai IHSG berada pada bagian dari wave v dari wave c dari wave [y] pada label hitam. Dalam keterangannya, perusahaan sekuritas itu menyebut indeks rawan melanjutkan koreksi ke rentang 5.850 hingga 5.911.

Rentang dari kedua sekuritas tidak sepenuhnya sama. Mirae Asset menempatkan batas proyeksi pada 5.851 hingga 5.647, sedangkan MNC Sekuritas menyampaikan area 5.850 hingga 5.911. Perbedaan tersebut perlu dibaca sebagai proyeksi masing-masing analis, bukan kepastian arah indeks.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan BBRI, BNGA, dan CPIN untuk dicermati pada Selasa. Pilihan MNC Sekuritas mencakup BRMS, JPFA, MBMA, ANTM, dan XISI.

Sebagai pembanding, Jambi Antaranews juga melaporkan IHSG turun 157,61 poin atau 2,59 persen pada Senin. Namun, laporan itu mencatat indeks ditutup pada 6.936,15, berbeda dari angka 5.936,15 dalam bahan utama. Karena angka penutupan tersebut bertentangan, laporan ini menggunakan angka dari sumber utama untuk proyeksi dan pergerakan IHSG.

Jambi Antaranews mengaitkan pelemahan pasar dengan ketidakpastian global, harga minyak Brent yang bertahan di atas USD 100 per barel, kekhawatiran arus modal keluar di pasar obligasi Indonesia, serta isu MSCI. Laporan itu juga menyebut rupiah melemah 0,08 persen ke Rp17,899 per dolar AS.

Angka rupiah tersebut berbeda dari kisaran Rp 17.913 per dolar AS yang tercantum dalam bahan utama, sehingga keduanya tidak disatukan sebagai satu nilai.

Rekomendasi saham dari sekuritas bukan jaminan kinerja dan tidak menghapus risiko pasar. Keputusan investasi tetap berada pada masing-masing investor; bahan sumber menegaskan berita ini bukan ajakan membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Untuk perdagangan Selasa, level support terkritis yang disebut Nafan berada di 5.851.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair