Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kutipan Rodney Brooks: Dunia Model Terbaik bagi Robot

Kutipan Rodney Brooks
Kutipan Rodney Brooks

Rodney Brooks pernah menantang cara para ilmuwan mengajari robot memahami lingkungan: robot tak harus membangun peta digital rumit untuk bertindak. Gagasan itu terangkum dalam kutipan “The world is its own best model” — dunia adalah model terbaik bagi dirinya sendiri — dan kembali relevan saat industri teknologi mengarahkan kecerdasan buatan ke dunia fisik.

Brooks, ilmuwan yang ikut mendirikan perusahaan iRobot, mengemukakan pendekatan tersebut dalam makalah “Elephants Don’t Play Chess” hampir 40 tahun lalu. Ia mendorong sistem perilaku yang lebih sederhana dan berlapis agar robot memahami keadaan sekitar melalui interaksi langsung, bukan dengan mengandalkan model internal yang kompleks.

TechRadar Pro mengangkat kembali pemikiran Brooks dalam seri QOTD, yang membahas pandangan tokoh teknologi. Laporan itu menempatkan gagasannya dalam perdebatan tentang AI fisik, yakni kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi dengan lingkungan nyata.

Rodney Brooks mengubah cara robot membaca dunia

Pada pendekatan lama sense-model-act-plan (SMPA), robot memindai ruangan, membuat peta digital tiga dimensi di dalam memorinya, lalu merencanakan jalur berdasarkan peta tersebut. Brooks menilai robot tidak perlu menghitung dampak setiap perubahan di sekitarnya. Cukup perhatikan bagian yang paling relevan untuk tindakan yang sedang dilakukan.

Perbedaan itu menyentuh pertanyaan mendasar dalam robotika: seberapa banyak dunia perlu direpresentasikan di dalam mesin sebelum mesin bisa bergerak dengan tepat? Dalam gagasan Brooks, robot tidak harus menyusun gambaran lengkap lebih dulu. Perilaku sederhana yang tersusun berlapis dapat membantu mesin merespons keadaan di sekitarnya.

Intinya sederhana. Robot belajar lewat tindakan.

Gagasan tersebut menantang pandangan yang berlaku saat itu dan memicu perbedaan pendapat di kalangan ilmuwan, menurut laporan TechRadar Pro.

Kini, ketika banyak pelaku industri membicarakan AI yang berinteraksi lebih kuat dengan dunia fisik, pendekatan itu memberi konteks historis: kemajuan robot bukan hanya soal membuat mesin berpikir lebih cepat, tetapi juga soal bagaimana mesin menangkap situasi nyata dan memilih respons.

Kutipan Rodney Brooks kembali relevan bagi AI fisik

Perkembangan AI beberapa tahun terakhir banyak diarahkan untuk membangun mesin yang dapat belajar lebih cepat, berpikir lebih cepat, dan berinteraksi dengan dunia fisik secara lebih meyakinkan. TechRadar Pro menyebut CEO Nvidia Jensen Huang sebagai salah satu tokoh industri yang melihat masa depan AI berada di ranah fisik.

Di sinilah pandangan Brooks punya arti praktis. Sistem yang terus bergantung pada peta internal terperinci harus memperkirakan perubahan lingkungan sebelum bertindak. Sebaliknya, pendekatan yang ia usulkan menekankan hubungan langsung antara perilaku robot dan keadaan yang relevan di sekitarnya.

Bagi pengembangan robot, perbedaan cara berpikir itu dapat memengaruhi bagaimana mesin merespons saat lingkungan berubah.

Dampaknya tidak berhenti pada laboratorium. Perangkat rumah tangga seperti penyedot debu robot harus bergerak di ruang yang digunakan manusia, bukan di dunia digital yang sepenuhnya teratur.

Gagasan Brooks membantu menjelaskan mengapa kemampuan merespons lingkungan nyata menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai AI fisik, meski bahan sumber tidak merinci teknologi yang digunakan pada produk tertentu.

Brooks mendirikan perusahaan yang kini dikenal sebagai iRobot bersama dua koleganya dari laboratorium AI MIT. Perusahaan itu awalnya bernama IS Robotics, dan didirikan pada tahun yang sama dengan terbitnya makalah penting tersebut.

Dari robot penjelajah hingga penyedot debu Roomba

Produk pertama perusahaan itu bernama Geghis, robot penjelajah ruang angkasa berbentuk seperti serangga. Bobotnya 1 kg dan perangkat itu berfungsi sebagai prototipe untuk eksplorasi ruang angkasa berbiaya rendah. Lebih dari 10 tahun kemudian, pada 2002, perusahaan meluncurkan penyedot debu robot Roomba pertamanya.

Perjalanan iRobot menghubungkan gagasan tentang perilaku robot dengan produk yang digunakan di rumah. Namun, nasib perusahaan berubah: iRobot mengajukan kebangkrutan pada Desember 2025. Perusahaan itu kemudian menjadi perusahaan tertutup dan diserap ke dalam operasi Shenzhen Picea Robotics, perusahaan asal China, menurut laporan TechRadar Pro.

Perjalanan tersebut memberi lapisan lain pada kutipan Brooks. Gagasannya lahir dari perdebatan tentang cara robot mempelajari dunia, lalu menjadi bagian dari sejarah perusahaan yang membuat produk robot konsumen.

Sementara industri kembali menaruh perhatian pada AI fisik, kalimat Brooks tetap menantang asumsi bahwa mesin harus membangun salinan dunia yang rumit di dalam dirinya sebelum dapat berinteraksi dengannya.

Dalam “Elephants Don’t Play Chess”, Brooks merumuskan arah berbeda: “The world is its own best model”.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis