Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

GPT-7 dan AI Robot: Prediksi Unitree soal Terobosan Baru

7 dan AI Robot
Uji robot Unitree di dapur yang belum dikenal menggambarkan tantangan AI robot memahami instruksi dan lingkungan baru. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Robot yang cukup cakap untuk memahami perintah suara dan bekerja di tempat asing masih menjadi tantangan AI. Wang Xingxing, CEO perusahaan robotika Unitree, memperkirakan GPT-7 dapat membantu memecahkan masalah itu dan mendorong terobosan dalam satu atau dua tahun.

Wang menyampaikan prediksi tersebut dalam acara industri di Shanghai, China. Menurut laporan South China Morning Post yang dikutip sumber, ia menilai perkembangan model AI terbaru membuka peluang bagi robot untuk memahami instruksi dan bertindak di dunia nyata tanpa pelatihan khusus untuk setiap lingkungan.

GPT-7 dan tantangan AI robot

Wang menyebut kemungkinan GPT-7 yang dirilis tahun depan dapat langsung mengatasi persoalan kecerdasan berwujud, atau embodied intelligence. Istilah ini merujuk pada kemampuan AI untuk mengendalikan perangkat fisik, seperti robot, berdasarkan perintah manusia.

“Ada kemungkinan, misalnya, model GPT-7 yang dirilis tahun depan dapat langsung memecahkan masalah kecerdasan berwujud,” kata Wang. Pernyataan itu menandai perubahan dari perkiraannya pada Agustus tahun ini, ketika ia menilai momen terobosan setara “ChatGPT” di bidang robotika masih bisa memerlukan satu dekade.

Prediksi itu belum berarti robot akan segera mampu melakukan semua pekerjaan rumah atau tugas industri. Wang menetapkan ukuran yang lebih konkret: robot perlu menuntaskan 80% tugas yang diberikan pada 80% lingkungan yang belum dikenalnya, hanya dengan perintah suara atau teks. Menurutnya, capaian itu akan menunjukkan bahwa kecerdasan berwujud telah mencapai tingkat kematangan yang memadai.

Uji robot Unitree di dapur asing

Perusahaan Unitree dikenal mengembangkan robot dengan kemampuan perangkat keras yang kuat. Kini, perusahaan itu juga memberi perhatian lebih besar pada perangkat lunak AI, sebuah kombinasi yang dapat menentukan apakah robot mampu merespons situasi nyata, bukan sekadar menjalankan gerakan yang sudah diprogram.

Contoh awal datang dari Movement Lab di Stanford University. Laboratorium itu memasangkan robot Unitree dengan GPT-6 Astra dan memintanya membersihkan dapur yang belum pernah dilihat robot tersebut.

Menurut hasil eksperimen yang dikutip dalam bahan sumber, robot mampu membersihkan area dan mengambil benda yang sebelumnya telah diingatnya setelah menerima permintaan yang kurang spesifik. Pengujian itu berlangsung tanpa data pelatihan khusus untuk lingkungan tersebut maupun pembelajaran kebijakan tambahan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 14 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis