Perbandingan ini memperlihatkan bahwa kenaikan pangsa pasar tidak selalu berarti jumlah ponsel yang terjual ikut bertambah. Samsung dan Apple sama-sama meraih porsi pasar lebih besar ketika pengiriman mereka turun, sementara sejumlah pesaing mengalami kemerosotan lebih tajam.
Xiaomi, Oppo, dan Vivo dilaporkan mencatat penurunan pengiriman yang tajam, disertai penyusutan pangsa pasar. Perubahan itu membantu Samsung dan Apple memperbesar bagian mereka dari pasar yang tersisa. Namun, laporan yang dikutip TechRadar tidak menyertakan angka rinci penurunan untuk masing-masing merek tersebut.
Pasar belum tentu pulih sepenuhnya
Kelangkaan RAM dapat mereda dan membantu kelancaran pasokan, tetapi itu belum tentu mengembalikan penjualan ke pola sebelumnya. Jika konsumen merasa ponsel lama masih memadai, mereka dapat terus menunda penggantian meski harga dan ketersediaan membaik.
Bagi industri, tantangannya jadi dua lapis: mengatasi tekanan biaya komponen sekaligus memberi alasan yang cukup kuat bagi pengguna untuk membeli perangkat baru. Sekadar menawarkan spesifikasi lebih tinggi mungkin kurang meyakinkan jika kemampuan itu tidak memberi manfaat nyata dalam pemakaian harian.
Counterpoint Research menyebut konsumen “holding on to their devices longer than expected,” atau mempertahankan perangkat lebih lama dari perkiraan. Angka pengiriman yang terendah dalam 14 tahun menjadi penanda bahwa tekanan pasar bisa berlanjut, bahkan setelah krisis komponen mereda.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.