PEKANBARU — Penggerebekan MP Club Pekanbaru berujung pada pemeriksaan 68 orang setelah polisi menggelar operasi gabungan pada Minggu (11/10/2026). Sebanyak 60 orang dinyatakan positif narkotika dalam pemeriksaan urine, sementara polisi masih mendalami peran delapan orang lainnya.
Operasi di tempat hiburan malam itu dilakukan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Polisi turut memasang garis di lokasi dan memeriksa pengunjung serta sejumlah karyawan klub.
Penggerebekan MP Club Pekanbaru berawal dari penyelidikan
Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira menyebut pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan sekitar satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika. Dalam keterangan yang dikutip Detik News, ia mengatakan penggerebekan berlangsung pada pukul 02.00 WIB.
Orang-orang yang diamankan terdiri atas pengunjung dan pekerja klub, termasuk waitress, petugas keamanan, serta asisten manajer. Mereka menjalani pemeriksaan urine untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan narkotika.
Menurut keterangan Putu yang dimuat Detik News, dari 47 laki-laki, 42 dinyatakan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Seluruh 21 perempuan yang diperiksa juga dinyatakan positif. Angka itu menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap 68 orang yang diamankan, bukan jumlah orang yang seluruhnya diproses dengan status hukum sama.
Perbedaan status penanganan masih penting. Delapan orang tetap menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing, sedangkan 60 orang lainnya diserahkan kepada Tim Asesmen Terpadu di BNN Provinsi Riau. Hasil asesmen menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi.
Dugaan transaksi ekstasi ikut ditelusuri
JPNN melaporkan operasi berawal dari informasi dugaan transaksi ekstasi di MP Club. Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap menjelaskan bahwa petugas menyelidiki informasi itu dengan menyamar sebagai pengunjung dan berpura-pura memesan ekstasi kepada seorang waiter bernama Rizal.
Menurut keterangan Zulkarnain yang dikutip JPNN, pemeriksaan awal terhadap Rizal mengarah pada dugaan bahwa barang tersebut dipasok oleh kepala keamanan klub bernama Rama Wijaya. Informasi itu masih merupakan bagian dari penyelidikan polisi, bukan putusan hukum terhadap pihak yang disebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.