Rabu, 14 Oktober 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Polda Riau dan Bareskrim Amankan 68 Orang di MP Club Pekanbaru

Polda Riau dan Bareskrim Amankan 68 Orang di MP Club Pekanbaru
Polda Riau dan Bareskrim Amankan 68 Orang di MP Club Pekanbaru

PEKANBARU — Penggerebekan MP Club Pekanbaru berujung pada pemeriksaan 68 orang setelah polisi menggelar operasi gabungan pada Minggu (11/10/2026). Sebanyak 60 orang dinyatakan positif narkotika dalam pemeriksaan urine, sementara polisi masih mendalami peran delapan orang lainnya.

Operasi di tempat hiburan malam itu dilakukan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Polisi turut memasang garis di lokasi dan memeriksa pengunjung serta sejumlah karyawan klub.

Penggerebekan MP Club Pekanbaru berawal dari penyelidikan

Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira menyebut pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan sekitar satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika. Dalam keterangan yang dikutip Detik News, ia mengatakan penggerebekan berlangsung pada pukul 02.00 WIB.

Orang-orang yang diamankan terdiri atas pengunjung dan pekerja klub, termasuk waitress, petugas keamanan, serta asisten manajer. Mereka menjalani pemeriksaan urine untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan narkotika.

Menurut keterangan Putu yang dimuat Detik News, dari 47 laki-laki, 42 dinyatakan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Seluruh 21 perempuan yang diperiksa juga dinyatakan positif. Angka itu menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap 68 orang yang diamankan, bukan jumlah orang yang seluruhnya diproses dengan status hukum sama.

Perbedaan status penanganan masih penting. Delapan orang tetap menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing, sedangkan 60 orang lainnya diserahkan kepada Tim Asesmen Terpadu di BNN Provinsi Riau. Hasil asesmen menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi.

Dugaan transaksi ekstasi ikut ditelusuri

JPNN melaporkan operasi berawal dari informasi dugaan transaksi ekstasi di MP Club. Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap menjelaskan bahwa petugas menyelidiki informasi itu dengan menyamar sebagai pengunjung dan berpura-pura memesan ekstasi kepada seorang waiter bernama Rizal.

Menurut keterangan Zulkarnain yang dikutip JPNN, pemeriksaan awal terhadap Rizal mengarah pada dugaan bahwa barang tersebut dipasok oleh kepala keamanan klub bernama Rama Wijaya. Informasi itu masih merupakan bagian dari penyelidikan polisi, bukan putusan hukum terhadap pihak yang disebut.

JPNN menyebut 60 pengunjung dinyatakan positif narkotika berdasarkan tes urine, dengan hasil terkait methamphetamine dan amphetamine. Sementara itu, Detik News merinci pemeriksaan terhadap seluruh 68 orang yang diamankan, termasuk karyawan, dan menyebut 60 orang telah diserahkan untuk asesmen.

Kedua laporan itu sama-sama mencatat 60 orang positif atau menjalani tindak lanjut asesmen, tetapi cakupan dan rincian kelompok yang diperiksa dijelaskan berbeda.

Tak berhenti di Pekanbaru. Penggerebekan ini berlangsung saat Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto memerintahkan jajaran Polri menggencarkan operasi terhadap lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di berbagai daerah.

Dalam siaran pers Divisi Humas Polri, Selasa (13/10/2026), Suyudi menyatakan, “Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,”

Bahan utama Kompas.com juga mencatat penindakan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta, pada 9 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, Bareskrim dan jajaran menangkap 24 orang: 16 di Kampung Ambon, Cengkareng, serta delapan di Kampung Boncos, Palmerah. Petugas menemukan narkotika, senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur, serta uang tunai.

Bagi masyarakat, hasil pemeriksaan di MP Club menunjukkan operasi tidak hanya menyasar dugaan pemasok, tetapi juga mengidentifikasi orang-orang yang perlu menjalani pemeriksaan dan asesmen. Pemisahan antara pendalaman peran dan asesmen penting agar tindak lanjut tidak disamaratakan: polisi masih menyelidiki delapan orang, sementara 60 lainnya masuk proses asesmen terpadu.

Angka paling tegas dari operasi Pekanbaru: 60 dari 68 orang yang diamankan dinyatakan positif dalam pemeriksaan urine, menurut rincian yang dikutip Detik News.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda